Bupati Tulungagung Buka Workshop Identifikasi dan Pendataan Naskah Kuno 2025

0
193

Tulungagung, Sinar Pos–

Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa menjadi saksi dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam melestarikan warisan budaya.

Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., secara resmi membuka Workshop Identifikasi dan Pendataan Naskah Kuno 2025.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Umum, para kepala dinas terkait, serta seluruh camat se-Kabupaten Tulungagung, menunjukkan betapa seriusnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian naskah kuno.

Workshop ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya naskah kuno sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengidentifikasi dan mendata naskah kuno. Dengan demikian, diharapkan upaya pelestarian dan pemanfaatan naskah kuno dapat dilakukan secara lebih efektif dan terarah.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa naskah kuno merupakan bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan yang memerlukan perlindungan, pendataan, dan pelestarian. Beliau juga menekankan pentingnya mendekatkan naskah kuno kepada masyarakat luas agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

“Saya berharap workshop ini ditindaklanjuti secara nyata dengan melakukan pendataan naskah kuno Tulungagung secara komprehensif, serta alih media ke bentuk digital. Dengan begitu, naskah kuno akan lebih mudah diakses dan dipelajari oleh berbagai kalangan,” ujar Bupati, memberikan arahan yang jelas dan visioner.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Kabupaten Tulungagung dalam membangun basis data naskah kuno yang lengkap dan terstruktur. Dengan adanya basis data ini, informasi mengenai naskah kuno dapat diakses dengan mudah oleh para peneliti, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan budaya Tulungagung.

Selain itu, alih media naskah kuno ke dalam bentuk digital juga merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian. Dengan digitalisasi, naskah kuno akan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak akibat faktor usia maupun lingkungan. Selain itu, akses terhadap naskah kuno juga menjadi lebih mudah dan fleksibel, memungkinkan siapa saja untuk mempelajarinya tanpa harus datang langsung ke lokasi penyimpanan.

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung ini patut diapresiasi sebagai wujud nyata dari komitmen untuk melestarikan warisan budaya. Naskah kuno bukan hanya sekadar artefak masa lalu, melainkan juga sumber pengetahuan dan inspirasi yang dapat membimbing kita dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan menjaga dan melestarikan naskah kuno, kita turut menjaga identitas dan jati diri bangsa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk melakukan upaya serupa dalam melestarikan warisan budaya. Mari kita jadikan naskah kuno sebagai jendela untuk memahami masa lalu, menghargai masa kini, dan merancang masa depan yang lebih gemilang.( Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here