Kapolres Tulungagung: Sinergi Masyarakat untuk Kamtibmas Kondusif di 2025

0
219

Tulungagung, sinarpos.co.id

Di awal tahun 2025, Polres Tulungagung bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Rembug Kamtibmas. Acara ini diadakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (10/1/2025) dan menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama tahun 2024 serta merumuskan strategi yang akan diterapkan pada tahun 2025.

Rembug Kamtibmas bertujuan untuk membangun sinergi antara Polres Tulungagung, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, akademisi, influencer, dan elemen masyarakat lainnya demi menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Tulungagung.

“Jadi, Rembug Kamtibmas ini sebenarnya ikhtiar kami untuk menyampaikan gambaran situasi kamtibmas di Tulungagung tahun 2024 kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, usai acara Rembug Kamtibmas.

Ia menambahkan, “Yang kedua, kami juga menyampaikan prediksi potensi kerawanan pada tahun 2025 yang harus kita antisipasi.”

Acara tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan saran, salah satunya terkait penanganan konflik oknum perguruan pencak silat.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dan menyampaikan saran serta masukan yang membangun bagi kami. Dari data kami, situasi tahun 2024 cukup kondusif dengan jumlah tindak pidana menurun, jumlah kecelakaan menurun, dan konflik antar perguruan juga menurun,” kata AKBP Taat.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa situasi kamtibmas pada tahun 2024 yang sudah relatif kondusif merupakan tantangan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan situasi menjadi lebih baik lagi pada tahun 2025.

“Tentunya, untuk mempertahankan bahkan membuat lebih baik lagi diperlukan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, karena ini bukan hanya tugas Polri, tetapi tugas seluruh instansi dan masyarakat,” ujarnya.

Kapolres menegaskan bahwa penanganan konflik antar oknum perguruan pencak silat akan menjadi prioritas ke depan.

“Penanganan atau pencegahan konflik antar oknum perguruan pencak silat adalah PR bagi kita semua. Bukan hanya Polri, tetapi juga pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata AKBP Taat.

Kapolres juga menyebutkan bahwa pendekatan kepada kelompok perguruan tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat kecamatan hingga desa agar komitmen kesepakatan dapat menjadi optimal dengan melakukan pendekatan pada teman-teman grassroot.

Selain penanganan konflik antar oknum perguruan pencak silat, penanganan narkoba dan judi juga menjadi perhatian Polres Tulungagung dalam pemberantasannya.

“Acara ini menjadi bukti nyata komitmen semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Tulungagung. Semoga sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat terus terjaga demi terciptanya lingkungan yang damai dan sejahtera, ” pungkasnya. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here