Tulungagung, Sinar Pos –
Di bawah langit biru Tulungagung yang cerah, Disnakertrans Kabupaten Tulungagung bergerak dengan semangat, tak kenal lelah, mengukir masa depan yang lebih cerah bagi masyarakatnya. Dengan tekad untuk mengurangi angka pengangguran,
Disnakertrans berkomitmen memberikan pembekalan berupa pelatihan kepada warga. Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans menjadi saksi bisu dari usaha tak kenal henti dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di pasar kerja.
Pelatihan yang ditawarkan begitu beragam, mulai dari pelatihan barista coffee yang mengajari seni meracik kopi dengan penuh cinta, hingga pembuatan kue dan roti yang menggugah selera.
Agus Santoso, Kepala Disnakertrans Tulungagung, dengan hati yang penuh harap menyampaikan, pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan sesuai kejuruan masing-masing.
“Untuk membuka peluang usaha mandiri bagi para peserta, serta meningkatkan keterampilan masyarakat usia produktif, baik yang ingin melanjutkan pendidikan maupun yang belum bekerja, ” jelasnya.
Berkat dukungan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), program pelatihan ini bisa berjalan.
Disnakertrans Tulungagung menyediakan pelatihan pembuatan roti dan kue dengan kuota 16 orang, serta pelatihan kopi barista untuk 16 orang lainnya. Hamzah Aris, bagian pelatihan Disnakertrans, menambahkan,
“Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pencari kerja sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja saat ini. Sertifikat yang diperoleh akan menjadi bekal berharga bagi peserta, meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja, ” ungkapnya.
Selain untuk meningkatkan keterampilan kerja, pelatihan ini juga bertujuan mempersiapkan masyarakat yang ingin mandiri atau berwirausaha. Hamzah Aris, bagian pelatihan Disnakertrans menyampaikan dengan penuh optimisme,
“Jika peserta pelatihan ingin mandiri atau berwirausaha, mereka telah dibekali kemampuan dan kualifikasi yang mumpuni. Kami berharap mereka dapat membuka usaha sendiri, seperti toko roti, kafe, atau usaha lainnya yang berkaitan dengan bidang yang mereka pelajari, ” terangnya.
Pelatihan ini mencakup berbagai teknik dan metode pembuatan roti dan kue, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, pengolahan adonan, metode pemanggangan, hingga dekorasi dan penyajian yang menggugah selera.
Pengetahuan tentang hygiene dan sanitasi dalam proses pembuatan roti dan kue juga menjadi fokus, untuk memastikan produk yang dihasilkan aman dan berkualitas.
Sementara itu, pelatihan barista coffee mengajarkan teknik penyeduhan, penggilingan biji kopi, serta penyajian yang menarik. Peserta diajarkan mengenali berbagai jenis kopi dan karakteristiknya, serta cara mengkombinasikan bahan untuk menciptakan minuman kopi yang berkualitas tinggi.
Pengalaman langsung melalui praktik lapangan menjadi nilai tambah dalam pelatihan ini. Peserta diajak mempraktikkan teknik-teknik yang telah dipelajari, dengan bimbingan langsung dari instruktur berpengalaman. Harapannya, mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dengan lebih baik.
Disnakertrans Tulungagung memang setiap tahun berupaya meningkatkan pembinaan terhadap tenaga kerja mandiri.
Program pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Harapannya dengan pelatihan ini dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Aris.
Ia juga menegaskan bahwa pelatihan ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Bagi masyarakat, khususnya pencari kerja yang ingin mengikuti pelatihan ini, beberapa persyaratan harus dipenuhi.
Persyaratan tersebut meliputi usia minimal, status pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan, serta kelengkapan dokumen seperti KTP dan surat keterangan belum bekerja dari desa/kelurahan setempat.
“Kami menetapkan beberapa persyaratan agar peserta yang mengikuti pelatihan ini benar-benar memiliki komitmen dan keseriusan dalam belajar,” jelasnya.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat mandiri atau mendapatkan bekal untuk bekerja di industri terkait.
“Kami berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat segera mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri. Dengan keterampilan dan sertifikat yang mereka miliki, mereka akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses di bidang yang mereka pilih,” tambah Aris.
Disnakertrans Tulungagung juga menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi peserta yang ingin memulai usaha mandiri.
Cerita inspiratif datang dari salah satu peserta pelatihan, Rini, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan oleh Disnakertrans Tulungagung.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami yang ingin meningkatkan keterampilan dan mencari pekerjaan. Kami diajarkan banyak hal yang sangat berguna dan mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat roti dan kue,” ujarnya.
Dengan mata berbinar, Rini berharap dengan keterampilan yang didapatkan, ia dapat membuka usaha toko kue sendiri di masa depan.
Disnakertrans Tulungagung juga berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri dan pengusaha lokal, untuk membuka peluang kerja bagi peserta pelatihan.
“Kami berusaha menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar peserta pelatihan kami dapat langsung diserap oleh industri. Dengan kerja sama ini, kami berharap peserta dapat segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki,” jelas Aris.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat yang menyadari pentingnya peningkatan keterampilan kerja. Program ini dinilai sangat penting untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan antusiasme, masyarakat Tulungagung menyambut program ini sebagai upaya positif yang dapat membantu mereka dalam meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja.
Ke depan, Disnakertrans Tulungagung berencana memperluas program pelatihan ini dengan menambah lebih banyak jenis pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan melihat kebutuhan pasar kerja agar program pelatihan kami dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” kata Aris.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti berbagai program pelatihan yang diselenggarakan oleh Disnakertrans.
Untuk menyosialisasikan program pelatihan ini,
Disnakertrans Tulungagung menggunakan berbagai media, termasuk media sosial dan website resmi.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi mengenai program pelatihan ini dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dengan menggunakan media sosial dan website, kami berharap informasi dapat tersebar lebih luas dan lebih cepat,” jelas Aris.
Pelatihan yang dilakukan oleh Disnakertrans Tulungagung ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi tantangan di bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Tulungagung.
Dengan semakin berkembangnya industri dan pasar kerja, peningkatan keterampilan kerja menjadi sangat penting.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Tulungagung siap menghadapi tantangan di pasar kerja dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lain,” tegasnya.
Selain program pelatihan, Disnakertrans Tulungagung juga memiliki berbagai program lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. Program-program tersebut antara lain program magang, bursa kerja, dan program peningkatan keterampilan lainnya.
“Kami selalu berupaya menyediakan berbagai program yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Program magang yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Tulungagung juga telah memberikan manfaat besar bagi peserta. .
Melalui program ini, peserta dapat mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri, sehingga mereka lebih siap untuk memasuki dunia kerja. “Program magang ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan langsung dunia kerja dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga,” jelas Aris.
Disnakertrans Tulungagung juga secara rutin mengadakan bursa kerja untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Bursa kerja ini merupakan salah satu upaya kami untuk memfasilitasi pencari kerja dalam mendapatkan pekerjaan. Kami bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk menyediakan lowongan kerja yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja,” ujar Aris, Jum’at (15/11/2024).
Danang Eka Darmawan, instruktur Barista Coffee, menjelaskan materi yang diajarkan meliputi Espresso dan manual brewing. “Dengan dua materi tersebut, para peserta diharapkan bisa mandiri atau siap bekerja di tempat lain,” ungkapnya.
Dengan berbagai program yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Tulungagung, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Melalui pelatihan yang disusun dengan teliti dan penuh dedikasi, masa depan cerah bagi masyarakat Tulungagung tampak semakin nyata di depan mata. (Har)









