Kota Pekalongan, SINARPOS.CO.ID, – Gara-gara penunjukan panelis debat publik antar pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan periode tahun 2024- 2029. Diduga dirasa kurang netral dikarenakan KPU memilih kepala Bappeda yaitu Cayekti yang diduga condong ke calon walikota incumben.
Para relawan menduga menuduh KPU condong ke salah satu calon dengan menunjuk Cayekti sebagai panelis debat publik untuk acara besok di hotel Dafam. Selain itu para relawan juga menginginkan pejelasan langsung dari pihak KPU dikarenakan apakah tidak ada yang lain dijadikan sebagai narasumber yang lebih mengutamakan kenetralan. Dalam audensi tersebut bahwa pihak KPU Kota Pekalongan mengatakan dalam forum sudah sesuai aturan undang-undang dan prosedur ada Bu.
“Cayekti Kepala Bapeda Kota Pekalongan yang jelas anak buah dari calon walikota sebelah yang lagi cuti karena mencalonkan diri lagi, apakah bisa dikatakan akan netral. KPU harusnya jeli dalam memilih panelis atau narasumber yang tidak condong pada salah satu paslon,” ujar Zaenuri Ketua koordinator relawan Utama, Jum’at (25/10/2024).
Ia mengatakan agar berjalannya debat publik berjalan dengan kondusif serta terkait netralitas dan integritas KPU. Terkait penunjukan panelis Kepala Bapeda yang dirasanya tidak akan netral.
“Itu apakah ada unsur kesengajaan, apa udah direncanaan. Yang jelas kami menuntut agar diganti panelis yang lain yang netral dan berkompeten,” jelasnya. (Chumaidi)









