Tulungagung, Sinar Pos –
Datangnya bulan suci Ramadhan adalah saat yang dinanti-nantikan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan itu merupakan bulan untuk meningkatkan iman dan taqwa karena ibadah puasa Ramadhan diyakini mempunyai keutamaan sebagai ibadah langsung kepada Allah subhanahullah ta’ala dan akan mendapatkan berkah dan ganjaran langsung dari-Nya.
Salah satu ritual penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah saat membatalkan puasa ketika Maghrib tiba. Dalam ritual buka puasa tersebut kita mengenal istilah yang sangat populer yaitu ‘takjil’.
Berawal dari makna takjil inilah kemudian tersirat perintah untuk tidak menunda-nunda saat berbuka puasa. Oleh karena itu, di manapun setiap muslim kalau tiba datang Maghrib diwajibkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Bagi yang dalam perjalanan pun, akan berhenti di tempat penjualan minuman atau makanan. Yang membawa perbekalan akan berhenti untuk istirahat menyantap takjil dan mencari masjid atau mushola untuk shalat Maghrib. Bisa juga menumpang makan takjil di masjid atau mushola tempat mereka singgah yang biasanya menyediakan takjil bagi musafir yang sedang dalam perjalanan untuk berbagai urusan.
Masjid Al – Fattah, Kepatihan Tulungagung di samping mudah menjangkaunya dengan kendaraan umum, juga masjidnya yang indah dan nyaman, dan yang terpenting karena hidangan takjilnya selalu berkualitas. Tetapi sebenarnya, tujuan utama lainnya adalah mengikuti sholat Maghrib berjamaah. Yang kemudian dilanjutkan mengikuti sholat tarawih yang ramai berikut ceramah agama yang biasanya menarik para jamaahnya.
Masjid yang dulu dikenal Masjid Putih ini menyediaan makanan dan minuman sebagai takjil untuk bukber di masjid adalah merupakan tradisi yang sudah melembaga di Tulungagung.
” Salah satu programnya adalah menyediakan takjil di masjid Al Fattah. Dengan tradisi yang sudah berlaku selama bertahun-tahun tersebut, akan terjalin forum silaturahim, bergotong-royong, kebersamaan, dan beramal sholeh bersama di bulan suci Ramadhan,” ungkap Ahmad Djadi, Mantan Anggota DPRD Tulungagung, Senin ( 08/04/2024).
H.Ahmad Djadi,S.Sos, MM menjelaskan, menjelang Maghrib, hidangan takjil yang disediakan setiap hari untuk sekitar 600 hingga 700 orang Jemaah, ditata di teras masjid yang cukup luas. Para Jemaah duduk bersila, mendengarkan kultum (ceramah agama selama tujuh menit hingga menjelang Maghrib. Begitu saat Maghrib tiba, para jamaah menikmati takjil bersama-sama dan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.
Menurutnya, melalui penyediaan takjil untuk bukber di masjid secara bergotong-royong, dapat menciptakan kesadaran meningkatkan keimanan dan taqwa kepada Allah SWT secara berbarengan.
Ia menjelaskan pihak Takmir Masjid Al – Fattah juga menggelar sejumlah agenda selama bulan suci Ramadhan, selain sholat teraweh, kajian rutin subuh dan pada 10 hari akhir Ramadhan melaksanakan iktikaf dan makan sahur bersama. Panitia menyediakan antara 300 hingga 400 porsi setiap hari.
” Tidak hanya itu saja, selama bulan suci Ramadhan kultum juga rutin di gelar setiap hari setelah sholat taraweh dan sebelum sholat witir,” terangnya.( Har)









