Silaturahim Keluarga Besar Kyai Raden M. Qosim Trah Sunan Tembayat Tekankan Birrul Walidain

0
174

Blitar, Sinar Pos —

Keluarga Besar Kyai Raden M. Qosim (Kasiman) menggelar silaturahim di kediaman Umi Gufron, Jalan Musi No. 15, kompleks Masjid Miftahul Huda, Dawuhan, Kelurahan Kauman, Kota Blitar, Minggu (1/11/2026). Acara itu diikuti anak-cucu dari garis Ki Ageng Pandan Aran (Sunan Tembayat) dan dirangkai dengan tahlil, selawat, tausiah, serta doa.

Acara dipandu H. Hafidz, mantan guru agama Islam SMAN 1 Kota Blitar. Tahlil dipimpin H. Rois, lalu sholawat dibacakan bersama. Dalam tradisi Islam, tahlil dan selawat menjadi sarana mengenang yang telah meninggal, menyambung silaturahim, dan menitipkan harapan kepada Allah.

Dalam tausiahnya, Drs. KH Isbach Salimi, M.Pd., Ketua Dewan Pembina Yayasan Kyai Raden M. Kasiman Al Blitari, mengajak jamaah meningkatkan bakti kepada kedua orang tua atau birrul walidain. Ia menegaskan bahwa setinggi apa pun kedudukan seseorang, di hadapan orang tua ia tetap seorang anak.

KH Isbach Salimi mengutip tuntunan Rasulullah SAW, “birru abāka wa ummaka”—berbaktilah kepada bapak dan ibumu—serta “tubarroku abnā’ukum”—maka anak-anakmu kelak akan berbakti kepadamu. Menurutnya, bakti merupakan benih yang ditanam di ladang waktu. Perilaku seorang anak kepada orang tuanya menjadi cermin bagi pendidikan generasi sesudahnya.

Ia juga merujuk QS Al-Isra ayat 23: “Wa qaḍā rabbuka allā ta‘budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā”—Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Menurut KH Isbach, berbakti kepada orang tua bukan cabang yang terpisah dari iman, melainkan buah dari kesadaran akan keesaan Allah.

KH Isbach Salimi berpesan agar umat Islam menyempatkan diri mendoakan kedua orang tua setelah menunaikan ibadah, seperti usai berwudu atau salat. Menurutnya, doa anak kepada orang tua merupakan bentuk bakti yang tidak terputus oleh jarak, usia, maupun kematian.

Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin H. Zarkoni, Ketua Yayasan Kyai Raden M. Kasiman Al Blitari. Dalam pertemuan itu, peserta juga membahas rencana ziarah ke makam Sunan Tembayat di Klaten serta sejumlah makam leluhur di Ponorogo, antara lain Makam Bathoro Katong, Makam Kyai Kasan Besari dan Masjid Syekh Zayed Solo.

Silaturahim keluarga besar Kyai Raden M. Kasiman pada bulan berikutnya direncanakan digelar di rumah H. Khafid, Kelurahan Ngadirejo, Kota Blitar. Dengan demikian, pertemuan di Dawuhan menjadi simpul dalam untaian panjang silaturahim keluarga.(Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here