Tulungagung, Sinar Pos –
RSUD dr. Karneni Campurdarat resmi mengoperasikan fasilitas layanan Computed Tomography Scan (CT-Scan) 128 Slice. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., meresmikan pengoperasian fasilitas tersebut pada Rabu (21/10/2026). Peresmian ditandai dengan prosesi pecah kendi dan penandatanganan prasasti oleh Ahmad Baharudin bersama Direktur RSUD dr. Karneni Campurdarat, dr. Rio Ardona.
Peresmian itu menandai penguatan infrastruktur kesehatan publik dan upaya mendekatkan akses pemeriksaan diagnostik tingkat lanjut bagi masyarakat di wilayah selatan Tulungagung. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Direktur RSUD dr. Iskak, BPJS Kesehatan, serta jajaran Forkopimcam setempat.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen dan seluruh tenaga kesehatan RSUD dr. Karneni Campurdarat yang terus berupaya mengembangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen dan seluruh tenaga kesehatan RSUD Campurdarat dr. Karneni yang terus berupaya mengembangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Ahmad Baharudin, kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan mutu dan akses pelayanan kesehatan perlu terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan fasilitas kesehatan.
Ia menilai kehadiran CT Scan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemampuan diagnostik rumah sakit. Fasilitas tersebut diharapkan mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit lain apabila pemeriksaan dapat dilakukan di RSUD Campurdarat sesuai indikasi medis dan kapasitas layanan.
“Saya launching layanan CT Scan di RS Campurdarat. Ini bentuk pelayanan kepada masyarakat. Mudah-mudahan bisa memaksimalkan layanan yang ada,” ungkapnya.
Ahmad Baharudin juga menyoroti keterbatasan lahan sebagai salah satu kendala pengembangan rumah sakit, termasuk untuk meningkatkan kelas pelayanan. Meski demikian, ia meminta pihak rumah sakit memaksimalkan fasilitas yang tersedia guna memenuhi kebutuhan pasien.
“Tadi pasien sempat saya tanya dan sebagian besar puas. Obatnya tidak hanya obat medis, tetapi juga kondisi psikis yang senang,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Ahmad Baharudin menekankan bahwa penambahan alat mutakhir tersebut merupakan wujud nyata pemerataan pelayanan kesehatan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat kota hanya untuk mendapatkan pemeriksaan detail.
“Yang terpenting bukan hanya memiliki fasilitas CT-Scan canggih ini, tetapi bagaimana teknologi tersebut diimbangi dengan pelayanan prima dari para tenaga kesehatan. Mutu pelayanan harus cepat, tepat, profesional, dan humanis,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Andi Prasetyo, Sp.Rad.(K), RI, dokter spesialis radiologi konsultan intervensi RSUD dr. Karneni, menjelaskan fungsi dan kemampuan teknologi yang kini tersedia di rumah sakit tersebut. Menurutnya, CT-Scan 128 Slice merupakan perangkat diagnostik yang menggunakan teknologi pencitraan untuk menghasilkan gambar penampang bagian dalam tubuh.
Hasil pemeriksaan itu, lanjut Andi, memberikan informasi lebih terperinci sehingga dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi pasien sebelum menentukan langkah penanganan.
“CT-Scan mempunyai kemampuan menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara detail. Informasi dari pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis berbagai kondisi medis,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa cakupan pemeriksaan menggunakan teknologi tersebut cukup luas, mulai dari organ kepala, leher, perut, hingga kaki. Pemeriksaan itu juga dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi tulang dan pembuluh darah sesuai indikasi medis.
“Mulai pemeriksaan organ kepala, leher, perut, dan kaki, berbagai kasus dapat dideteksi oleh teknologi ini, termasuk pemeriksaan tulang dan pembuluh darah yang mungkin belum dapat dilakukan alat sebelumnya,” paparnya.
Dengan beroperasinya CT-Scan 128 Slice, penegakan diagnosis untuk kasus darurat medis seperti stroke, trauma kepala, tumor, dan penyakit dalam disebut dapat dilakukan dalam hitungan menit. Pasien dari wilayah selatan—antara lain Kecamatan Campurdarat, Bandung, Besuki, Pakel, hingga Tanggunggunung—tidak perlu lagi mengantre rujukan panjang ke RSUD dr. Iskak. Kehadiran alat itu dinilai mempercepat proses pemeriksaan sekaligus mengurangi beban rujukan pasien dari kawasan selatan.
Direktur RSUD dr. Karneni Campurdarat, dr. Rio Ardona, memastikan bahwa operasional alat pemindai medis tersebut telah terintegrasi penuh dengan penjaminan BPJS Kesehatan dan sistem rujukan nasional. Ia menegaskan bahwa alat itu menjadi milik warga Tulungagung selatan dan pelayanannya dipastikan cepat, dekat, serta ditanggung penuh oleh BPJS.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Komisi C DPRD menyatakan komitmen untuk terus mengawal dan mendukung alokasi anggaran strategis di sektor kesehatan. Dukungan itu dinilai penting guna menjamin hak dasar masyarakat untuk memperoleh pengobatan berkualitas yang terjangkau.
Dengan demikian, kehadiran CT-Scan 128 Slice di RSUD dr. Karneni Campurdarat diharapkan tidak hanya mempercepat layanan diagnostik, tetapi juga memperkuat pemerataan kesehatan di Tulungagung selatan. (Har)









