Pemdes Dawuhan Blitar Distribusikan Air Bersih, Imbau Warga Lakukan Penghijauan

0
130

Blitar, Sinar Pos –

Pemerintah Desa (Pemdes) Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah atas yang mengalami krisis air bersih sejak pertengahan September 2026. Penyaluran tahap lanjutan dilakukan pada Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai respons terhadap dampak musim kemarau berkepanjangan.

Kepala Desa Dawuhan Ahmad Muhibbudin, S.H.I., mengatakan krisis air dipicu penurunan drastis debit mata air Wislik yang selama ini menjadi sumber utama sistem penyediaan air minum (HIPPAM). Minimnya curah hujan di wilayah Kademangan dalam beberapa bulan terakhir memperparah kondisi tersebut.

“Sejak pertengahan September, mata air untuk Wislik sudah berkurang dan mengalami kekeringan. Oleh karena itu, mulai pertengahan September pula kami langsung mengagendakan distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujar Ahmad Muhibbudin, saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Tiga dusun di wilayah atas yang terdampak kekeringan adalah Dusun Kaliandong, Midodaren, dan Klangkapan. Namun, berdasarkan pendataan Pemdes, krisis tidak melanda seluruh pemukiman. Dampak tercatat hanya di sekitar 5 RT dari ketiga dusun tersebut. Wilayah dataran atas dinilai lebih rentan terhadap kekeringan.

Dalam pelaksanaan distribusi, Pemdes Dawuhan menggandeng Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat. Pemanfaatan armada KDMP dinilai efektif untuk menekan biaya operasional sekaligus memastikan bantuan air bersih menjangkau warga secara tepat sasaran.

“Penggunaan armada KDMP, yakni armada Koperasi Desa Merah Putih, sangat membantu kami dalam hal efisiensi. Selain menghemat anggaran, distribusi ke titik-titik yang sulit dijangkau menjadi lebih cepat,” tambah Ahmad Muhibbudin.

Selain menyalurkan bantuan, Ahmad Muhibbudin, mengimbau warga memanfaatkan air bersih dari Pemdes, komunitas kendaraan, maupun donatur dengan bijak. Ia menekankan pentingnya penghematan air selama masa krisis.

Kepala desa Dawuhan Ahmad Muhibbudin juga mengajak masyarakat melakukan gerakan penghijauan saat musim hujan tiba. Menurut dia, langkah itu penting untuk merawat dan menjaga kelestarian sumber mata air agar krisis tidak terulang.

“Harapan kami kepada warga masyarakat Desa Dawuhan, khususnya wilayah atas yang mengalami kekeringan, agar memanfaatkan bantuan air bersih yang ada dengan sebaik-baiknya. Nanti jika sudah turun hujan, mari kita bersama-sama melakukan penghijauan agar mata air di sekitar kita lebih terjaga lagi. Harapannya, musibah kekeringan ini bisa terus berkurang ke depannya,” ujarnya.

Krisis air di Desa Dawuhan mencerminkan fenomena serupa di sejumlah desa di Kabupaten Blitar, terutama wilayah selatan dan dataran tinggi, yang kesulitan air bersih setiap musim kemarau. Berkurangnya area resapan akibat alih fungsi lahan dan penebangan pohon di kawasan hulu menjadi salah satu penyebab turunnya debit mata air.

Karena itu, imbauan penghijauan dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang. Penanaman pohon di kawasan hulu dan sekitar mata air dapat membantu menyerap air hujan serta menjaga cadangan air tanah sepanjang tahun.

Pemdes Dawuhan berharap penanganan jangka pendek melalui distribusi air dan jangka panjang melalui konservasi lingkungan dapat mengatasi kekeringan secara berkelanjutan. Warga juga diimbau proaktif melaporkan kondisi sumur atau sumber air yang mengering agar pemetaan krisis lebih akurat dan respons bantuan lebih cepat. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here