Bersih Desa Jatilengger: Tradisi Leluhur yang Merajut Kebersamaan dan Melestarikan Budaya

0
351

Blitar, Sinar Pos –

Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan tradisi leluhur. Setiap bulan Suro (Muharram), warga desa menggelar “Bersih Desa,” sebuah upacara syukur atas limpahan rahmat dan keselamatan. Acara yang berlangsung meriah pada Senin (21/07/2025) siang ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga perwujudan nilai-nilai sosial dan budaya yang tinggi.

Syukur dan Doa Bersama: Kenduri Adat sebagai Simbol Kesatuan

Bersih Desa Jatilengger dimulai pukul 13.00 WIB dengan kenduri adat. Upacara ini menjadi simbol doa bersama seluruh warga, mempererat ikatan persaudaraan dan rasa syukur atas limpahan rezeki, kesehatan, dan kehidupan yang rukun dan damai. Kepala Desa Jatilengger, Endik Mujiriyanto, menjelaskan, “Acara ini adalah ungkapan rasa syukur masyarakat atas nikmat sehat, rezeki, serta kehidupan yang rukun dan damai.”

Merawat Seni Tradisional Jawa: Campursari dan Langen Tayub

Setelah kenduri adat, acara dilanjutkan dengan seremonial Bersih Desa. Puncak acara ditandai dengan pementasan seni tradisional Jawa, yaitu campursari dan langen tayub. Kedua kesenian ini menjadi bukti nyata pelestarian budaya lokal di tengah gempuran modernisasi. Menurut Endik, “Dengan campursari dan langen tayub, kami ingin menjaga denyut seni lokal agar tidak punah. Harapannya, generasi muda dapat mencintai dan melestarikannya.” Suasana semakin meriah saat warga, termasuk Kepala Desa dan perangkat desa, ikut berpartisipasi dalam pementasan tersebut, menyanyikan lagu-lagu dan menari bersama.

Gotong Royong: Pilar Kebersamaan dan Kebersihan Lingkungan

Bersih Desa Jatilengger juga menekankan pentingnya gotong royong. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Endik Mujiriyanto menambahkan, “Bersih desa ini bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan. Mari kita rawat lingkungan desa agar tetap bersih, sehat, dan nyaman.”

Partisipasi Aktif Warga: Menjaga Warisan Budaya Leluhur

Acara yang digelar di rumah Kepala Desa ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, BPD, tokoh agama, dan seluruh warga desa. Kehadiran mereka menunjukkan partisipasi aktif dan komitmen untuk melestarikan tradisi leluhur. Endik menyampaikan apresiasinya atas partisipasi warga dan berharap tradisi Bersih Desa dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. “Semoga tradisi ini menjadi berkah dan memperkuat identitas budaya kita. Mari terus lestarikan warisan leluhur yang penuh makna,” tutupnya.( Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here