Pimpin Apel Hari Santri 2026, Plt Bupati Sukirman Dorong Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

0
159

PEKALONGAN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengajak para santri untuk memperkuat penguasaan ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi guna menghadapi tantangan zaman serta berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas. Pesan tersebut disampaikan saat Sukirman memimpin Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Pekalongan di Stadion Widya Manggala Krida, Bebekan, Kecamatan Kedungwuni, Kamis (22/10/2026).

Dalam amanatnya, Sukirman menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan harus terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Ia mengingatkan bahwa Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy’ari setelah Proklamasi Kemerdekaan menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa, yang turut mendorong perlawanan rakyat terhadap upaya penjajah kembali menguasai Indonesia.

“Selain belajar ilmu agama, akidah akhlak, nahwu saraf, dan membaca kitab kuning, para santri juga wajib memahami sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Sukirman di hadapan peserta apel.

Ia meminta para santri untuk tidak membiarkan sejarah perjuangan ulama dan santri terputus. Sukirman menilai pemahaman terhadap sejarah bangsa dapat memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus menumbuhkan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu para santri berjuang melalui perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini mereka perlu memperkuat negeri melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, dan pembentukan akhlak mulia.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Melalui tema tersebut, Sukirman mengajak para santri untuk terus mengembangkan kemampuan diri tanpa meninggalkan nilai nilai keislaman dan tradisi pesantren.

“Para santri, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang tangguh, memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan Sukirman.

Pemkab Pekalongan Siapkan Perbup Fasilitasi Pengembangan Pesantren

Selain mengajak santri meningkatkan kapasitas keilmuan, Sukirman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung perkembangan pondok pesantren melalui kebijakan dan regulasi daerah.

Ia menyebut Kabupaten Pekalongan telah memiliki landasan hukum berupa Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren. Untuk menindaklanjuti perda tersebut, Sukirman meminta jajaran pemerintah daerah segera menyusun Peraturan Bupati sebagai aturan pelaksana.

Menurutnya, keberadaan peraturan pelaksana diperlukan agar fasilitasi pengembangan pesantren dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Dalam kesempatan Hari Santri Nasional tahun 2026 ini, insyaallah tahun ini akan kita terbitkan Peraturan Bupati untuk menindaklanjuti Perda Pesantren. Para Asisten, para Staf Ahli, dan seterusnya kami mohon agar segera menyusunnya,” ujar Sukirman.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren. Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Pekalongan berupaya memperkuat peran pesantren dalam pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, serta pengembangan generasi muda.

Sukirman juga mengingatkan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren atau organisasi keagamaan tertentu. Menurutnya, peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai perjuangan, menjaga persatuan, dan memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air.

Ia turut mengajak para santri menjaga nama baik pesantren melalui perilaku terpuji, sikap bertanggung jawab, serta kebijaksanaan dalam menyikapi perkembangan informasi dan perubahan sosial.

Salurkan Bantuan Rp115 Juta untuk 23 Pondok Pesantren

Apel Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Pekalongan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, para kiai dan ulama, tokoh masyarakat, perwakilan perguruan tinggi, serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H., Wakapolres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan Muhammad Irham, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan.

Usai memimpin apel, Sukirman menyerahkan bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan senilai Rp115 juta kepada 23 pondok pesantren. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di Kabupaten Pekalongan. Melalui momentum ini, Sukirman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga pesantren, memperkuat pendidikan, dan menyiapkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Hadi/Tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here