MOJOKERTO SINAR POS,
Tradisi religi Khotmil Qur’an di Makam Mbah Sentono, Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kembali digelar dengan khidmat. Kegiatan rutin bulanan tersebut memasuki penyelenggaraan ke-29 pada Minggu (1/11/2026).
Acara dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta puluhan jamaah dari Dusun Banjarsari dan sekitarnya. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema sejak pagi hingga khatam 30 juz secara bergiliran.
Tausiyah disampaikan oleh Kiai Hasan Matorik. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya membersihkan hati sebagai kunci menerima ilmu dan keberkahan.
“Ilmu itu kuncinya satu, hati harus bersih. Harus senang dengan orang yang mengaji, senang dengan sholawat. Hati kita dibersihkan oleh Gusti Allah dengan memperbanyak sholawat,” tutur Kiai Hasan.
Beliau juga mengajak jamaah untuk mengamalkan Sholawat Tibbil Qulub sebagai obat hati dan penenang jiwa di tengah kesibukan dunia.
Selain itu, Kiai Hasan mengingatkan tentang keutamaan berbakti kepada orang tua sebagai pintu keberkahan hidup.
“Orang tidak akan bisa hidup tenang kalau tidak berbakti kepada orang tuanya. Pintu rezeki dan pintu surga itu ada pada ridho orang tua. Jaga, rawat, dan mintakan doa restu dari mereka selagi masih ada,” pesannya yang disambut haru jamaah.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian Hukum (LKH) Barracuda yang juga penanggung jawab kegiatan, Hadi Purwanto, S.T., S.H., menyampaikan bahwa keberkahan ibadah tidak diukur dari besarnya amalan, melainkan dari keistiqomahan.
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun kecil. Khotmil Qur’an bulanan ini adalah ikhtiar kita untuk melatih sabar dan ikhlas secara istiqomah,” ujar Hadi.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan Khotmil Qur’an sebagai bentuk birrul walidain dan penghormatan kepada para leluhur.
“Bacaan Qur’an dan doa yang kita panjatkan hari ini kita hadiahkan untuk orang tua kita dan para leluhur, termasuk Mbah Sentono yang babat alas di sini. Semoga menjadi amal jariyah untuk mereka,” tambahnya.
Acara ditutup dengan doa tahlil bersama, memohon keselamatan, keberkahan, dan ketentraman untuk warga Desa Kedunglengkong, serta kelancaran rezeki dan dijauhkan dari segala bala.(Ifa)









