Blitar, Sinar Pos —
Pemerintah Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, menggelar Sosialisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Tahun 2026 di Balai Desa Sumber, Senin (2/11/2026) malam. Kegiatan itu menjadi langkah proaktif pemerintah desa untuk memperkuat pengamanan swakarsa, membangun konsolidasi lintas sektoral, dan menghadapi dinamika keamanan di tingkat akar rumput.
Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri Camat Sanankulon Besta Alfinsia Rachmawan, SH, MM; Kepala Desa Sumber Suyudi Hariyanto beserta jajaran perangkat desa; unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD); pendamping desa; perwakilan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas); tokoh masyarakat; tokoh pemuda; serta anggota Karang Taruna Desa Sumber. Kehadiran berbagai pihak itu menegaskan bahwa stabilitas Kamtibmas merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan desa.
Sosialisasi Kamtibmas itu merupakan bagian dari pendekatan preventif pemerintah desa dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. Pemerintah Desa Sumber menilai tantangan keamanan di tingkat desa tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan kesiapan struktural, kesadaran warga, dan sinergi antara aparat desa, lembaga kemasyarakatan, serta generasi muda.
Dalam forum itu, peserta membahas peta kerawanan sosial yang berpotensi timbul pada 2026. Panitia menghadirkan dua narasumber, yaitu Alim Bintang Nur Cahyo dan Demesh Ngesti Nugroho. Keduanya membawakan materi secara bergantian dengan menekankan pentingnya deteksi dini, mitigasi konflik, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menurut kedua narasumber, Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum. Kamtibmas merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, Linmas, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga. Oleh karena itu, sosialisasi itu diarahkan untuk memperkuat peran setiap elemen dalam sistem pengamanan lingkungan.
Kedua narasumber menyoroti optimalisasi peran Linmas. Linmas didorong tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif melakukan patroli rutin, memetakan potensi kerawanan sosial di lingkungan RT/RW, serta menjadi penghubung antara warga dan aparat desa. Peran itu dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan kecil sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.
Selain Linmas, forum menyoroti keterlibatan pemuda melalui Karang Taruna. Pemuda diimbau menjadi agen literasi digital dan sosial untuk meredam potensi provokasi, berita bohong (hoaks), maupun kenakalan remaja yang kerap memicu gesekan horizontal. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi bagian dari estafet penjagaan keamanan desa lintas generasi.
Dalam konteks itu, Karang Taruna tidak hanya diposisikan sebagai organisasi kepemudaan. Karang Taruna diharapkan menjadi mitra pemerintah desa dalam menyebarkan informasi yang benar, meredam provokasi di ruang digital, dan mendorong kegiatan positif bagi remaja. Dengan begitu, pemuda menjadi bagian dari solusi keamanan, bukan sumber persoalan.
Narasumber juga menekankan penerapan sistem peringatan dini atau early warning system. Masyarakat diajak mengedepankan musyawarah mufakat melalui forum desa apabila mendapati potensi perselisihan sekecil apa pun. Dengan demikian, konflik dapat diselesaikan secara dini sebelum menimbulkan gangguan nyata terhadap ketertiban umum.
Pendekatan itu sejalan dengan kebutuhan desa dalam membangun ketahanan sosial. Perselisihan antarwarga, salah paham antarkelompok, hingga dampak informasi menyesatkan di media sosial dapat dicegah melalui komunikasi yang cepat dan penyelesaian yang mengedepankan musyawarah. Forum desa diposisikan sebagai ruang pertama untuk menyelesaikan persoalan sebelum melibatkan aparat penegak hukum.
Kepala Desa Sumber Suyudi Hariyanto menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi warga dan dukungan penuh jajaran Kecamatan Sanankulon. Menurutnya, sinergi antara aparat dan masyarakat merupakan perisai paling tangguh yang dimiliki Desa Sumber.
“Keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi cerminan kepedulian kita bersama. Dengan penguatan Kamtibmas terpadu ini, kita berharap Desa Sumber tetap menjadi wilayah yang aman, harmonis, dan kondusif bagi seluruh warganya dalam menjalankan aktivitas pembangunan sepanjang tahun 2026,” ujar Suyudi.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan itu, Pemerintah Desa Sumber optimistis dapat membangun ketahanan sosial yang kuat, menjadikan keamanan lingkungan sebagai budaya bersama yang hidup dari, oleh, dan untuk masyarakat. (Har)
