SINAR POS

Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung Salurkan Bantuan Gizi bagi 761 Balita Stunting dan Kurang Gizi

Tulungagung, Sinar Pos —

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pangan bergizi kepada balita yang mengalami stunting dan kurang gizi. Bantuan tersebut menyasar 761 penerima manfaat di 26 desa pada 8 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan antara lain dilakukan di Balai Desa Batangsaren dan Balai Desa Kates, Kecamatan Kauman, pada Kamis (22/10/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Wahid Masrur melalui Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bina Andari Nurmaning menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan berupa telur 1,5 kg, kacang hijau 2 kg, dan susu UHT 3 liter. Menurut Bina, bantuan pangan bergizi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita stunting dan kurang gizi.

“Bantuan ini ditujukan untuk pemenuhan gizi balita stunting dan kurang gizi menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus untuk memenuhi target Kabupaten Tulungagung bebas stunting,” ujarnya.

Bina menjelaskan bahwa Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan ke 26 desa di 8 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan tersebut antara lain melalui Balai Desa Batangsaren dan Balai Desa Kates, Kecamatan Kauman. Menurut data dinas, jumlah penerima manfaat kegiatan ini mencapai 761 orang.

Program penyaluran bantuan gizi ini disambut antusias oleh para orang tua penerima manfaat. Seorang orang tua balita berusia dua tahun asal RT 1/RW 7 Desa Batangsaren mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan berat badan anaknya.

“Semoga dengan bantuan ini berat badan anak saya naik. Sebelumnya, berat badannya tidak naik selama enam bulan. Terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan yang telah memberikan bantuan kepada anak-anak di Desa Batangsaren,” ujarnya.

Siti Nur Aisyah, orang tua penerima manfaat asal Desa Jatimulyo, juga menyampaikan harapan dan apresiasinya. Ia berharap pertumbuhan anak-anak penerima manfaat menjadi lebih sehat dan kuat setelah menerima bantuan gizi.

“Harapannya, semoga pertumbuhan anak-anak menjadi tambah sehat, menjadi anak-anak yang kuat, dan bisa meningkatkan kualitas lagi. Alhamdulillah, terima kasih untuk acara hari ini. Semoga ke depannya tambah maju dan tambah bagus,” ungkapnya.

Sela, perwakilan orang tua balita berusia empat tahun asal Desa Kates, turut menyampaikan kesan positifnya. Ia berharap program bantuan gizi tersebut dapat berlanjut pada tahun berikutnya.

“Iya, semoga tahun depan ada lagi … dan semoga anaknya sehat semua,” ucapnya.

Bina menambahkan bahwa bantuan yang telah diberikan akan dievaluasi melalui bidan desa setempat. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai tujuan dan mendukung upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Dengan evaluasi itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung berharap bantuan gizi dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan balita penerima manfaat. (Har)