KOMINFO LUNCURKAN 4 MODUL LITERASI DIGITAL

0
61

Surabaya, Sinar Pos 16 April 2021 – Bertempat di Grand City Surabaya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, meluncurkan 4 (empat) modul literasi digital : (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia. Digital; (3) Etis Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital. Kesemuanya disusun berdasarkan pada 4 (empat) pilar literasi digital yang utama, yaitu digital culture, digital safety, digital ethics, dan digital skills. Modul ini merupakan manifestasi kolaborasi dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Kementerian Kominfo.

Kegiatan peluncuran modul ini dilakukan serempak di lima kota yaitu Surabaya, Tangerang Selatan, Aceh, Yogyakarta, dan Lampung. Peluncuran modul dilakukan oleh Menteri Kominfo bersama Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa; Nicholas Saputra; Yosi Mokalu; Cak Percil; Frida Kusumastuti; dan Dirjen Aptika, Semuel Pangerapan.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 3.300 peserta dari seluruh kota/kabupaten secara daring; 250 peserta secara luring di lima kota, dengan menjalankan protokol kesehatan; serta 10 ribu penonton dari berbagai
kabupaten/kota di Indonesia melalui saluran Youtube.

“Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar terhadap kehidupan di
berbagai lini, mendorong kita untuk beraktivitas, berinteraksi, dan bermigrasi
ke ruang digital.

Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan terkait Akselerasi Transformasi
Digital Nasional. Melalui arahan ini, diharapkan seluruh komponen bangsa dapat memperkuat kolaborasi untuk terus mendorong digitalisasi nasional terutama di 4 (empat) sektor prioritas, yaitu; (1) infrastruktur digital; (2) masyarakat digital; (3) ekonomi digital; dan (4) pemerintahan digital. Keempat sektor prioritas tersebut adalah kunci dalam mendorong kapabilitas, produktivitas, dan peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia di era transformasi digital ini,” ujar Johnny.

“Terkait dengan infrastruktur digital, Kementerian Kominfo bersama dengan ekosistem terkait tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki
akses internet memadai di seluruh penjuru Nusantara. Namun demikian perlu diingat bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi wajib dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memanfaatkan layanan internet tersebut. Tanpa kesiapan SDM, ruang digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyebaran konten negatif seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau hoaks, pencurian data pribadi, perudungan siber (cyberbullying),
ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham radikalisme/terorisme di ruang digital, dan sebagainya, ” tambah
Johnny.

“Kebutuhan akan Sumber Daya Manusia yang handal dalam bidang Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) ini sangat mendesak untuk diupayakan secara
masif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa
Indonesia sedang mengalami digital talent gap atau kesenjangan talenta digital,
dimana kita membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun; atau rata- rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya,” seru Johnny.

Menteri Kominfo menambahkan bahwa sadar kebutuhan akan talenta yang begitu besar ini, Kementerian Kominfo menggunakan pendekatan komprehensif yang mencakup 3 (tiga) tingkatan kecakapan digital. Di level advanced atau tingkat lanjutan, program Digital Leadership Academy (DLA) diinisiasi untuk meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan digital (digital decision maker) baik di sektor publik maupun privat. Menggandeng pusat-pusat pengembangan ekosistem digital global di Tiongkok, India, Singapura, Estonia, Amerika Serikat, dan sebagainya.
“Di tingkat menengah (intermediate digital skill), program Digital Talent
Scholarship (DTS) juga diadakan untuk memberikan pelatihan teknis bagi para angkatan kerja muda, lulusan baru, profesional, dan elemen masyarakat
lainnya.

Program ini mengajarkan berbagai kecakapan era digital seperti artificial intelligence, machine learning, cloud computing, cybersecurity, digital entrepreneurship, digital communication, dan sebagainya. Tahun 2021 ini, kami memberikan 100.000 beasiswa DTS untuk masyarakat Indonesia dengan tema-tema seperti tersebut sebelumnya,” tambah Johnny

“Sedangkan, di tingkat kecakapan digital yang dasar (basic digital skill),
pengembangan literasi digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi terus digencarkan agar dapat mencapai 12,4 juta
masyarakat di tahun 2021 ini. Program yang begitu masif ini dikerjakan secara kolaboratif bersama dengan 34 Pemerintah Provinsi dan 514 Pemerintah Kabupaten/Kota bersama dengan Project Implementation
Unit (PIU) di Kementerian Kominfo.

Target yang ditetapkan akan
diimplementasikan melalui lebih dari 20.000 kegiatan di tahun ini. Artinya, jika kita memulai program pada bulan April ini, maka akan diselenggarakan
sekitar 100 kegiatan per hari secara serempak di berbagai pelosok negeri sampai akhir tahun,” seru Johnny.
“Hari ini tentu sangat istimewa mengingat acara ini menandai dimulainya program besar Gerakan Nasional Literasi Digital yang menjadi bagian agenda Transformasi Digital Nasional.

Provinsi Jawa Timur sengaja dipilih mengingat target peserta literasi digital di provinsi ini merupakan salah satu yang terbesar, dimana 1,5 juta orang akan terliterasi digital melalui lebih dari 2.500 kegiatan di 38 kota/kabupaten pada tahun 2021 dan akan berlanjut setidaknya sampai tahun 2024 nanti,” ujar Johnny
“Panduan Kurikulum dan Seri Modul Literasi Digital tersebut bertujuan untuk menjadi rujukan pengembangan kompetensi digital SDM Indonesia, baik melalui sektor pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Keempat modul ini
melengkapi lebih dari 100 buku panduan literasi digital yang telah diterbitkan sebelumnya dan telah diunduh lebih dari setengah juta kali di website literasidigital.id,” tutup Johnny. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here