TimGab Tindak Lanjuti Keluhan Warga Tertibkan Tambang Ilegal Marbuk, Pungguk dan Kenari

0
80

BABEL. SINAR POS

Menindaklanjuti keluhan dan pengaduan warga lingkar tambang yang resah dan merasa tidak nyaman terhadap aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk yang tak kenal waktu di lokasi eks PT Kobatin tepatnya di kolong Marbuk, Kenari dan Pungguk, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), maka Tim Gabungan (TimGab) melakukan penertiban di lokasi tersebut, pada Sabtu siang (10/04/2021).

Lebih lanjut, meski pada malam harinya hujan turun, TimGab tetap bertugas hingga malam hari demi penertiban TI di Marbuk, Kenari, dan Pungguk.

Menurut pantauan dalam penertiban Sabtu siang yang lalu sekitar pukul 13.30 WIB itu, TimGab terdiri dari personil Polres Bateng, Koramil Koba, Satpol PP, serta pihak Kecamatan Koba yang dipimpin langsung oleh AKBP Slamet Ady Purnomo, S.I.K., S.H., M.H selaku Kapolres Bateng, didampingi Kabag Ops Polres Bateng, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Shabara, Kasat Pol Air dan Kapolsek Koba.

Pada saat proses penertiban berlangsung, para pemilik ponton yang berdomisili di Bateng sedang melakukan pembongkaran terhadap peralatan tambang yang ada di lokasi tambang Marbuk.

“Mereka sebagai warga Bateng, bersedia membongkar ponton demi menciptakan situasi yang aman dan tentram, khususnya menjelang bulan suci ramadhan,” ujar AKBP Slamet.

Lebih lanjut dari pantauan awak media ada sekitar 67 ponton TI rajuk yang ditinggalkan begitu saja dan belum diketahui pemiliknya, sekitar belasan di antaranya dengan ciri khas bendera putih yang belum dibongkar dan diduga peralatan tambang tersebut milik salah seorang oknum pengusaha di Kota Pangkalpinang.

Kapolres Slamet  menegaskan bagi pihak yang masih membandel untuk segera melakukan pembongkaran peralatan tambang milik mereka, jika tidak maka akan dilakukan upaya penegakan hukum.

“Sampai saat ini, penertiban masih kondusif. Namun, masih ada peralatan tambang yang belum diketahui dengan pasti siapa pemiliknya dan belum melakukan pembongkaran, namun tetap kami beri kesempatan untuk melakukan pembongkaran secara sukarela sampai Senin (12/04/2021),” tegasnya.

AKBP Slamet berujar jika penertiban ini dilakukan guna menetralisir potensi konflik antara pro-kontra lingkar tambang kolong Pungguk, Kenari dan Marbuk, serta untuk menciptakan situasi Kamtibmas terutama menjelang bulan suci Ramadhan ini.

“Untuk ke depannya, kami akan berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung, TNI, POM TNI, Pol PP Provinsi Bangka Belitung dan instansi terkait lainnya,” tutupnya.(Rizal Rahif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here