Bupati Indartato Resmikan Desa Wisata Edukasi Ekonomi Sirkular di Wonosidi

0
65
Pacitan_Sinarpos
Dalam rangka mendukung komitmen pemerintah Indonesia, kehadiran Our Ocean Conference tentunya dapat mengurangi sampah plastik sampai 70% di tahun 2025.
Dengan rangkaian kegiatan pengelolaan sampah berbasis Ekonomi Sirkular “Wonosidi : The Leading Circular Economy Village”, Bupati Pacitan telah meresmikan Desa Wonosidi sebagai Desa Wisata Edukasi Ekonomi SIrkular di Sekretariat Manggala Wonosidi Desa Wonosidi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, Kamis ( 04/03/ 2021).
Webri veliana, Ketua Umum Greenwave mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian kecil dari rangkaian pelaksanaan seluruh Pemangku Kepentingan yang berkolaborasi untuk menjadikan desa Wonosidi sebagai prototype implementasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular (The Greenwave Method) yang relatif mudah diimplementasikan oleh desa/kelurahan lain.
“Bila sistem ini dimplementasikan oleh banyak desa, saya optimis memberikan solusi bagi masalah polusi sampah global melalui kegiatan akar rumput di tingkat Desa/Kelurahan,” kata Webri.
Pengelolaan sampah di Wonosidi tentunya melibatkan beberapa pemangku kepentingan baik dari dalam maupun luar negeri antara lain Pemerintah Desa Wonosidi, Kelompok Masyarakat Pegiat Lingkungan (Manggala Wonosidi), masyarakat desa Wonosidi secara umum.
Australia Global Alumni, Griffith University, Women’s Earth Alliance dan Greenwave NGO.
“Kegiatan tersebut lebih akuratnya bisa menggunakan Sistem Pengelolaan Sampah berbasis Ekonomi Sirkular (Metode Greenwave/The Greenwave Method). Prinsip dasar dari sistem ini memerlukan desain sedemikian rupa untuk dapat diintegrasikan dengan kearifan lokal sehingga sangat memungkinkan untuk ditiru secara efektif dan efisien oleh desa atau kelurahan lain, baik di area pelosok, pinggiran kota maupun perkotaan di Indonesia,” jelasnya.
Sementara Bupati Pacitan mengatakan, terobosan tersebut tentu dapat diadopsi oleh wilayah lain, sehingga sekaligus percontohan desa lain”. Ucap indartato
Sambung Webri, Rangkaian kegiatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular ini telah dibiayai oleh Pemerintah Australia melalui Skema Hibah Alumni (Alumni Grant Scheme) yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia.
“Hibah ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Australia melalui seleksi ketat kepada warga Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Australia dan aktif berkontribusi dalam pembangunan di daerahnya masing-masing.,” Pungkasnya. (Son)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here