Dhito Tebar Benih Ikan dan Dialog dengan Warga Sumber Complang Desa Purworejo

0
17
KEDIRI, SINARPOS Calon Bupati (Cabup) Kediri H. Hanindhito Himawan Pramono, SH menyapa warga masyarakat dibeberapa simpul masyarakat, diantaranya; Pasar hewan Desa Purwokerto,
Group/komunitas senam di halaman Swalayan, Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, menyapa komunitas sepeda ontel dan kunjungi destinasi wisata desa Sumber Complang Purworejo, Kandat, serta singgah di Gapoktan Lestari Makmur, Desa Sumberjo, Kandat, pada Jumat Siang, (20/11).

Pasar hewan, pasar legi yang berada di Desa Purwokerto, Ngadiluwih ini menjadi sentra dari para pedagang luar kota, seperti Madura, Blitar, Nganjuk, Tulungagung dan lainya.
Yang menarik, ternyata ada pelayanan terpadu gratis untuk, IB, PKB dan Keswan. Komisar BUMDes Agus, menginginkan pasar hewan yang dikelolanya ini nantinya bisa berkembang menjadi destinasi wisata edukasi ternak.
Ketika sampai di Destinasi wisata desa Sumber Complang, Purworejo Dhito diagendakan untuk menanam pohon dan menabur benih ikan.
Setelah itu berdialog dengan beberapa elemen masyarakat, serap aspirasi dan mencari solusi serta diakhiri dengan gelar kuis berhadiah. Tema yang menarik seperti guru madin, TPQ, GTT, PTT, tahun depan akan dapat insentif, kesejahteraan atlit akan lebih diperhatikan dan selalu update data penerima bantuan sosial tiap 3 bulan sekali.
Sementara Gapoktan Lestari Makmur, Desa Sumberjo Kec. Kandat sudah 3 tahun ini mempraktikkan penanaman nanas dan cabai dengan sistem organik. Salah satu petani Gunawan (55) memaparkan spanduk yang dibuatnya bertuliskan, Jangan Biarkan Kediri Kosong, Pasangan Anak Menteri dan Anak Pamong Ben Iso Ngerti Lan Iso Ngemong Warga Kediri (Kediri Menang, Dukung Mas Dhito dan Mbak Dewi Menang, agar pasangan antara Anak seorang Menteri dan Anak seorang Pamong/perangkat desa ini, Bisa Mengerti aspirasi dan Bisa Ngemong/membesarkan seluruh warga masyarakat di Kabupaten Kediri.
Pada sejumlah media Dhito menjelaskan, merasa senang sekali ada tokoh penggiat tani organik yang sudah menggunakan pupuk organik, Dhito mengatakan, “Nah hari ini saya menemukan lagi tokoh penggiat tani organik, selama kurang lebih 3 tahun ini tanahnya yang seluas 1,5 Hektar ditanami nanas dan cabe dengan pengolahan pupuk organik yang sudah cukup memahami bahkan pengelolaan pengairanya juga sudah modern. Simpul-simpul seperti ini akan saya kumpulkan untuk mempermudah pengembangan program saya, desa inovasi tani organik (Dito). Setelah saya turun ke lapangant, ternyata simpul-simpul dan antusias petani di Kabupaten Kediri cukup tinggi terhadap penggunaan pupuk organik. Nanti tanggal 24 Nopember ini akan ada panen raya, dari program tani organik yang saya lakukan, ” ungkapnya.
Dhito juga menambahkan, untuk Pasar hewan Desa Purwokerto, Ngadiluwih keinginan menjadi wisata edukasi ternak ini harus dibuatkan konsepnya dulu. Bagaimana pengelolaan limbahnya, saluran pembuangan kotorannya dan lainya. Salah satu syarat tempat wisata itu harus bersih, kebersihannya harus terjaga dan ini harus dikonsep dulu (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here