Warga Keluhkan Arena Sabung Ayam Di Lingkungan Desa Bogo Kidul

0
822
KEDIRI, SINAR POS Ditengah wabah pandemi COVID-19, walaupun sudah memasuki era baru dengan istilah New Normal namun warga masyarakat masih harus tetap mematuhi aturan sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Namun hal ini terkesan diabaikan sebagian warga desa di Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, terbukti mereka masih menggelar kalangan/arena sabung ayam di Lingkunganya. Warga desa semakin resah ketika kemudian ada kejadian meninggalnya tamu/pengunjung di lokasi sabung ayam pada Minggu siang, (18/10) lalu.
Menurut keterangan dari salah satu warga, Yono (45) yang berada di sekitar lokasi, bahwa warga sebenarnya banyak yang mengaku resah tidak menghendaki adanya kalangan (arena) Sabung ayam dilingkunganya.
“Sebelumnya ada kalangan dipinggir desa, aman-aman saja. Ini ada lagi kalangan ditengah lingkungan warga, ada korban meninggal saat sedang berada di lokasi, “, ungkapnya.
Sedangkan menurut Juwarno salah satu Ketua RT, di Bogo Kidul ia menerangkan bahwa banyak warganya mengeluhkan tentang keberadaan lokasi sabung ayam ini, “Warga terganggu mulai dari bau kencing di mana-mana, lahan pertanian tidak aman dan aktifitas warga yang terganggu,” ungkapnya.
Fihaknya telah berupaya untuk menjembatani keresahan warga tersebut “Kami sudah kumpulkan tanda-tangan dari warga yang tidak setuju adanya lokasi kalangan Sabung ayam ini, ” tuturnya.
Pemuda setempat Tikno pernah mendatangi Kelurahan Kaliombo, untuk memastikan apakah benar ada orang meninggal dari warga Kaliombo pada hari Minggu siang (18/10). Ketika di Balai Kelurahan Kaliombo saat ditemui oleh salah satu perangkat disana membenarkan informasi ini,
Kasi Pemerintahan Kelurahan Kaliombo,  Tomo mengatakan, “Warga yang meninggal bernama Syt informasinya karena minum kopi di warung. Ia (almarhumah) diantar oleh polisi, ” demikian ungkapnya.
Namun Kepala Desa Bogo Kidul, Andik Setya ketika dikonfirmasi oleh media di Kantor Balai Desa menyatakan tidak ada laporan yang masuk ke pihaknya tentang adanya warga yang meninggal pada hari minggu siang, namun ia mendengar kabarnya saja.
“Tidak ada laporan masuk ke desa, tahunya informasi itu dari warung ke warung saja,  Saya tahunya hanya lokasi (sabung ayam) yang di sawah itu saja, tapi informasinya saat ini libur semua seluruh kabupaten, ” demikian pungkasnya.
Hingga saat ini, warga terus menggalang tanda tangan, setidaknya sudah ada 3 RT yang menyatakan menolak keberadaan lokasi sabung ayam di lingkunganya ini (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here