FKPT Jatim Ajak Masyarakat Jadi Agen Kontra Radikalisme

0
37

Surabaya. Sinar Pos – 21.10.20 – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) menggelar Talk Show “Ngopi Coy” , dengan Tema ” ngobrol pintar cara Indonesia” di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya Kamis (21/10).

Ketua BNPT, Boy Rafli Amar mengatakan kelompok radikal terorisme di era modern menggunakan platform media dalam melakukan propaganda baik dalam bentuk Hoak maupun ujaran kebencian. Fenomena ini berdampak pada lahirnya sel teroris baru, baik dalam bentuk kelompok maupun individu. Menyikapi itu FKPT bidang media massa merasa perlu mewaspadai, karena penyebarluasan paham radikalisme intoleran sangat memanfaatkan keberadaan media
massa termasuk media sosial hari ini penggunaannya di negara kita ini sudah di atas 120 juta. Artinya pemilik akun-akun yang berpotensi untuk bisa menerima konten informasi yang bermuatan radikalisme intoleran apakah itu disebarluaskan oleh mereka yang berasal dari luar negeri atau dari dalam negeri sendiri.ujarnya.

Oleh karena itu dari penyelamatan masyarakat Indonesia untuk kita juga jangan sampai masalah kita menerima informasi yang keliru atau yang tidak bermanfaat atau yang tidak berguna atau yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar nilai luhur agama termasuk bertentangan dengan ideologi negara, Pancasila, termasuk bertentangan dengan hukum yang ada di negara kita katanya.

Dia melakukan tindakan kekerasan yang dalam hukum negara kita sudah diatur sebagai sebuah perbuatan terorisme sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 2018 sebagai perubahan atas undang-undang tahun 2003 jadi literasi ini bermanfaat untuk mencerdaskan masyarakat untuk terhindar dari bagian pihak yang menyebarluaskan konten-konten yang mengarah radikal dan tentunya juga kita harus punya kemampuan bagaimana melakukan kontra radikal intoleransi tuturnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Jatim, Hesti Armi Wulan mengatakan, kami mengundang dari unsur masyarakat yang terkait dengan bagaimana melakukan literasi kepada masyarakat dalam rangka upaya pencegahan radikalisme terorisme. Jadi kami mengundang dari unsur lurah, kepala desa, yang ada di wilayah Jatim kemudian kami juga mengundang dari unsur bhabinkamtibmas, Babinsa dan juga kebetulan di Jatim khususnya di Surabaya ini banyak Perguruan tinggi yang memiliki Pers mahasiswa, kami mengundang teman-teman mahasiswa yang aktif di Pers dan Unair, Unisa, Universitas Islam Sunan Ampel, Ubaya dan beberapa universitas swasta di Surabaya dan tentu yang penting adalah kami juga mengundang teman-teman jurnalis baik dari media mainstream maupun dari media siber ujarnya.

Harapan kami tentu di Jatim ini kita memiliki teman-teman yang akan bersama-sama melakukan upaya pencegahan radikalisme terorisme.
Kali ini adalah di bidang media untuk literasi tentunya yang lain kita nanti akan melakukan kegiatan-kegiatan di bidang lain Jadi itu yang kita lakukan kali ini, hanya saja memang jumlahnya tidak terlalu banyak karena Sekarang kita sedang prihatin ada pandemi covid sehingga protokol kesehatan tetap kita lakukan dan kami mengundang kurang lebih 75 orang peserta tutur Hesti Armiwulan. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here