Pemuda Gogorante Sulap Limbah Kayu Menjadi Karya Seni Bernilai Tinggi

0
32
KEDIRI, SINAR POS – Jika biasanya lembaran kayu sisa potongan hanya dijadikan kayu bakar maupun sampah, namun di tangan Lingga Satya Julang Sumargo, berubah menjadi barang dengan nilai tinggi. Pemuda asal Perumahan Gogorante Permai, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini mengolah lembaran kayu menjadi sebuah karya seni home dekor berupa, meja, kursi, rak, rias, hingga etalase kain untuk pameran.
Ide membuat berbagai kerajinan bermula saat terjadinya pendemi. Ketika itu usaha warungnya mengalami kemerosotan penjualan lantaran berkurangnya daya beli masyarakat. Sehingga Lingga, sapaan akrab pria yang telah memiliki satu anak tersebut, terpaksa menutup usaha warungnya. Hingga suatu saat Lingga melihat tumpukan kayu sisa potongan dari penggergajian serta kayu bekas pallet, kemudian muncul ide untuk mengubah kayu bekas tersebut menjadi rak perlengkapan rias.
Tidak disangka, rak buatannya tersebut banyak dipesan setelah dipasarkan melalui media sosial dan grup whatsapp. Bahkan banyak pembeli yang memesan berbagai bentuk, mulai kursi geser dan meja. Tidak hanya itu, memanfaatkan momen banyaknya orang yang berburu bunga, Lingga membuat berbagai rak bunga sebagai hiasan di dalam rumah. Hasilnya sangat luar biasa, bahkan pesanan rak bunga tersebut menembus pasaran di wilayah Sumenep.
Lingga menuturkan, untuk bahan baku dirinya memilih limbah kayu kayu pinus, atau jati belanda bekas palet. Sehingga hasil dari produknya pun bagus ”Karena selain dipolitur, dua jenis kayu tersebut jika diberi finishing bakar, maka akan terlihat serat kayunya, sehingga menambah nilai artistik benda tersebut,” katanya.
Saat ini penjualan hiasalan dinding dan home dekor karya Lingga telah menembus pasaran Surabaya, Malang dan Tuban. Sementara untuk harga, masing-masing jenis produk memiliki harga yang bervariatif, tergantung model. Seperti rak bunga dipatok dengan Rp100 ribu sampai Rp350 ribu, rak make up mulai harga Rp20 ribu hingga RP75 ribu, sementara untuk kursi sleeding dengan harga Rp200 ribu hingga Rp 1 juta.
“Dalam sebulan bisa menghasilkan 16 buah rak bunga dan 30 rak dinding. Sedangkan untuk kursi dan meja hanya memproduksi berdasarkan pesanan, karena minimnya modal,” pungkasnya. (AD/KM/LH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here