Kapolres Bangkalan Gandeng Forkopimda Melaksanakan OPS Yustisi

0
99
BANGKALAN, MADURA JAWA TIMUR, SELASA (15/09/2020) SINARPOS.CO.ID – Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bangkalan melakukan OPS Yustisi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan terkait Inpres No.6 tahun 2020 di Jl. A. Yani, Kec./Kab. Bangkalan, pada Senin (14/9/2020) Pagi.
Kegiatan OPS Yustisi kesehatan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan itu sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disaese 2019 (Covid-19), di Bangkalan.
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyampaikan, kegiatan ini sesuai dengan Inpres No.6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, dan mentransformasikan pentingnya pakai masker.
“Sanksi yang diterapkan kepada masyarakat itu merupakan usaha terakhir dari pemerintah dan Forkopimda untuk menjadikan masker sebagai pola hidup baru yang normal, ” kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.
Menurutnya, kecintaan pemerintah terhadap seluruh elemen masyarakat diwujudkan dengan melalui penegakan kedisiplinan menggunakan masker. Polri dan Forkopimda akan terus menerus melakukan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat tentang Inpres No.6 tahun 2020 tersebut.
“Inpres ini untuk dilaksanakan bersama-sama dalam rangka memberikan perlindungan sebagai bentuk kecintaan pemerintah kepada elemen masyarakat sambil lalu kita berdoa semoga masyarakat Bangkalan terlindungi dari Covid-19,” papar Alumnus Akpol 2001 itu.
Lebih jauh, orang nomor satu yang di Mapolres Bangkalan mengatakan, OPS Yustisi tersebut
akan terus berlanjut, bahkan seluruh TNI-Polri akan mendapat jadwal giliran untuk memimpin dan berbagi tugas dalam menegakkan disiplin. Agar langkah tersebut bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Sayangi diri kita, keluarga kita dan tetangga kita. serta ayo kita cintai Bangkalan dengan cara 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tuturnya.
Tambah Alumnus Akpol 2001 itu, sanksi yang diterapkan bagi pelanggar dikenakan pasal 94 ayat 6 huruf A Jo pasal 27A, Jo pasal 27B, Jo pasal 27C, Jo pasal 20A perda tahun 2020 provisi Jawa Timur tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, sangsinya yaitu berupa denda sejumlah uang.
“Sanksinya yaitu 50 ribu, bagi masyarakat yang tidak membawa KTP dan uang diberikan sangsi sosial berupa menyapu di taman Paseban,” ungkapnya.
Rama sapaannya berharap, masyarakat bisa mematuhi dan tetap menggunakan masker dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan, memberikan perlindungan bebas dari Covid-19 dan mencuci tangan serta menjaga jarak dengan elemen masyarakat yang lain.
“Harapan kita adalah ekonominya semakin tumbuh, masyarakatnya semakin makmur, sehat dan terbebas dari Covid-19,” tutupnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here