Kompak Nodong, Bapak, Anak dan Menantu di Tangkap Polisi

0
1184

SURABAYA, MINGGU (13/09/2020) SINARPOS.CO.ID – Tak patut ditiru apa yang dilakukan seorang bapak mertua di Surabaya yang satu ini. Untuk mendidik anak menantunya bukan malah memberikan contoh yang benar dan baik, malah mengajak anak menantunya melakukan aksi bersama melakukan pencurian dengan kekerasan.

Akibat dari perbuatannya kini Mertua, anak dan menantunya tersebut harus merasakan dinginnya hotel Predeo Polsek Semampir Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ketiganya ditangkap anggota unit Reskrim Polsek Semampir di Jl. Sidoyoso, Surabaya, pada hari Jum’at (11/09/2020) sekira pukul 20.00 Wib setelah mendapatkan informasi bahwa komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan di Lapangan Dwikora Sawah Pulo, Surabaya, sedang berada di Jl. Sidoyoso, Surabaya.

Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus mengatakan, ketiga pelaku masing-masing bernama Rizky Maulana (21), warga Jl. Sawah Pulo Wetan DKA, dan Andy Siswanto (38), warga Setro Baru Utara Gg.IV, serta Julia Ariska (23), warga Setro Baru Utara Gg.IV, ketiganya merupakan warga Surabaya.

“Rizky Maulana merupakan menantunya dan Julia Ariska adalah istrinya sekaligus merupakan anak dari Andy Siswanto, ketiganya ini kompak melakukan aksi penodongan di Lapangan Dwikora Sawah Pulo,” jelas Orang nomor satu di Mapolsek Semampir.

Adapun modus operandi yang di perankan oleh ketiga pelaku dalam melakukan aksi kejahatannya yakni, dengan cara mengelabuhi korbannya melalui media massa sejenis Facebook.

“Pelaku memancing korbannya menggunakan akun Facebook seorang perempuan bernama Dila, dan mengajak pertemuan dilapangan Dwikora Sawah Pulo. Setelah diajak pertemuan dengan pelaku Julia, tiba-tiba datang dua pelaku lainnya yaitu Rizky dan Andy langsung menodongkan pisau penghabisan dan mengancam serta memukul muka korban selanjutnya merampas Handphone korban lalu pergi,” terang Kompol Aryanto Agus.

Tak hanya itu, Polisi dapati sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) buah Dosbook Handphone Oppo F9, 1 (satu) bilah senjata tajam (Sajam) sejenis pisau penghabisan dan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio soul warna merah Nopol L -4153- RX.

Ketika dilakukan interogasi pelaku Rizky mengaku bahwa handphone korban dijual di pasar maling seharga Rp.700.000,-(tujuh ratus ribu rupiah) untuk bayar kos Rp.500.000,-(lima ratus ribu rupiah) dan sisa hasil pejualan Rp.200.000,-(dua ratus ribu rupiah) diberikan kepada pelaku Andy sekaligus mertua pelaku Rizky.

“Mereka juga mengakui sudah dua kali menjalankan aksinya di tempat yang sama, dan sebelum tertangkap pelaku berencana akan melakukan aksinya lagi di daerah Jl. Sidoyoso. Namun kedahuluan ditangkap Anggota,” imbuhnya.

Guna mempertanggungkan atas perbuatannya ketiga pelaku bakal terancam dengan pasal 365 ayat (2) ke 2 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dan atau kedapatan membawa senjata tajam sejenis pisau penghabisan pasal 2 ayat (1) UU RI No. 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here