Hak Jawab PT Fajar Berseri Atas Berita Berjudul: “Perseteruan Desa Air Anyir Dan PT FB Kembali Mencuat

0
59

BABEL, SINAR POS

PT Fajar berseri melalui tim kuasa hukumnya menyangkal dan mengatakan tidak benar timbangan digital PT Fajar berseri curang, Pangkalpinang sehubungan dengan pemberitaan yang diterbitkan oleh media online Sinar Pos Dan media online jejak kasus, Tanggal 02 September 2020. Yang berjudul perseteruan Desa Air Anyir dan PT FB kembali mencuat. Dengan ini kami selaku kuasa hukum PT Fajar berseri menyampaikan hak jawab sebagai berikut.

Bahwa tindakan kepala desa Air Anyir saudara Samsul yang melakukan kunjungan tanpa izin ke lokasi pabrik dan kantor PT Fajar Berseri pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2020 sekitar pukul jam 10.00 Wib, telah membuat tidak nyaman para staf kantor yang tengah bekerja karena bersama rombongan puluhan orang dan didampingi oleh ormas dengan dalih tidak.

“Bahwa tindakan kepala desa Air Anyir saudara Samsul, bersama ormas, yang meminta perizinan perusahaan PT Fajar Berseri adalah di luar kapasitas dan kewenangan lantaran jika ingin mendapatkan perizinan perusahaan di wilayahnya saudara kepala desa dan rombongan dapat memerintah kepala kantor pelayanan perizinan terpadu atau pelayanan satu pintu atau badan penanaman modal diperintahkan Kabupaten Bangka, bukan dengan menggeruduk perusahaan dengan dalih sidak.

Terkait Somasi kami yang layangkan kepada kepala desa Air Anyir saudara Samsul Bahri ketua ormas Pemuda Bangka Belitung bersatu p3b saudara Mustari Dan untuk wartawan Sinar Pos kami telah memberikan Maaf kecuali kepada kepala desa Air Anyir saudara Samsul Bahri, lantaran hingga hak jawab ini dilayangkan belum menyatakan klarifikasi atau permintaan maaf kepada klien kami di PT Fajar Berseri.

Bahwa tahapan pemberitaan media online Sinar Pos, terbitan Selasa 2 September 2020 dengan judul perseteruan kepala desa Air Anyir dan PT FB kembali Mencuat.bSetelah wartawan Sinar Pos mengklarifikasi dan memberikan hak jawab dari PT Fajar Berseri melalui lawyer PT Fajar Berseri Agus Poneran, SH,.MH, untuk diterbitkan kembali terbitkan berita yang sebenarnya,

Dalam hasil klarivikasi, bahwa tuduhan yang di dalam pemberitaan yang Menduga dan di Duga itu tidak benar, dan termasuk tuduhan timbangan digital yang ada di PT Fajar Berseri yang diduga curang dan tidak akurat juga adalah tidak benar.

Pihak PT Fajar Berseri mengatakan bahwa tindakan kepala desa Air Anyir yang telah mengintimidasi serta melakukan pengancaman melalui telepon seluler terhadap staf PT Fajar Berseri klien kami dengan perkataan akan memberitakan besar-besaran di media nasional akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkan ke menteri sampai presiden dan akan menutup tempat usaha klien kami PT Fajar Berseri jika tidak menyerahkan dokumen-dokumen perizinan perusahaan hal itu adalah bentuk tindakan arogansi penyalahgunaan wewenang hendak menakut-nakuti klien kami memperkursi dan melakukan pengancaman atau kekerasan, psikis yang merupakan tindak pidana dan diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana KUHP.

Agus Poneran, SH,.MH mengatakan kami selaku kuasa hukum PT Fajar Berseri masih memberikan waktu kepada saudara kepala desa Air Anyir untuk mencabut Pernyataan di media online Sinar Pos, kemudian mengklarifikasi tuduhan tuduhan yang tidak benar serta meminta maaf kepada klien kami dan secara terbuka di media Sinar Pos, sebab untuk ormas dan wartawan yang menulis berita sudah memberikan klarifikasi atau telah memenuhi somasi kami tanggal 4 September 2020 kami berharap saudara Kades berbesar hati dan bertanggung jawab terhadap apa yang dia tuduhkan, ujar Agus Poneran, SH.,MH,

“Namun di dalam Somasi yang dikirimkan oleh bapak Agus Poneran, SH.,MH Lawyer PT Fajar Berseri, hanya mencantumkan kepala desa Air Anyir dan ormas T3B serta wartawan media Sinar Pos. Hal ini Sangat disayangkan pada saat kepala desa melakukan sidak, selain Media Sinar Pos, ada juga media lain yang ikut serta meliput dan memberitakan hal yang sama, wartawan jejak kasus, dan Kaperwil jejak kasus Provinsi Bangka Belitung saudara, Andriyadi, juga masuk ke PT Fajar Berseri dan juga menggunakan mobil jenis Avanza warna putih dengan yang bertuliskan jejak kasus, besama kades dan rombongan.

Hal itu yang membuat wartawan Sinar Pos merasa kecewa apa bedanya wartawan Sinar Pos dan wartawan jejak kasus kita sama-sama meliput, sama menerbitkan berita. Isi berita pun tidak berbeda.(RIZAL/JUSRIADI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here