Jelang Pengesahan Warga PSHT Warung Dan Toko Di Jembatan Ngujang II Dihimbau Tutup

0
59

Tulungagung , Sinar Pos

Ribuan pasukan berasal dari Polri, TNI, satpol PP, Panter (pengamanan SH Terate), Dishub, dan PSHT akan mengamankan kegiatan pengesahan Anggota baru PSHT.

Pengamanan juga melibatkan anggota polisi dari 9 polres Luar Tulungagung dan Brimob. Jumlah pasukan pengamanan ditaksir mencapai 2.773 pasukan.
Sementara untuk jumlah peserta yang disahkan ada 1.561 anggota baru PSHT.

Salah satu titik rawan yang menjadi perhatian Adalah Jembatan Ngujang II yang terletak di desa Bukur kecamatan Sumbergempol. Jembatan ini menjadi jalur alternatif karena Jembatan Ngujang II menghubungkan Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol dan Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Sebelum adanya jembatan Ngujang II ini, pengguna jalan dari arah Blitar utara perlu memutar tujuan melewati jembatan Ngujang I yang memakan waktu lebih lama untuk menuju Tulungagung. Jembatan ini menjadi alternatif ketika jembatan Ngujang I mengalami kemacetan. Sebelumnya, alternatif lain prapembangunan jembatan ini berupa alat untuk menyeberangi sungai yakni gethek (perahu tambang).

Untuk mengantisipasi kejadian seperti tahun sebelumnya, Kepala Desa Bukur Djuni telah mengeluarkan surat nomer :425/587405.17/2020 berisi himbauan kepada seluruh pemilik warung dan toko sekitaran jembatan Ngujang II untuk tutup.

Ditanya dasar diterbitkannya Surat tersebut , Djuni mengatakan berdasarkan himbauan Kapolres Tulungagung dan hasil rapat kordinasi 3 pilar kecamatan Sumbergempol yang dilaksanakan pada Rabu kemarin tentang adanya kegiatan pengesahan warga PSHT Tulungagung yang melibatkan ribuan massa .

“Hasil rapat tiga pilar di Mapolsek Sumbergempol agar warung dan toko tutup untuk antisipasi dan demi kenyamanan bersama, ” Terang Djuni.

Untuk Selatan jembatan Djuni mengaku melibatkan PAM Swakarsa , Limnas dan Masyarakat pada pukul 18.00 wib sampai Pukul 06.00 wib.

Meski tidak ada koordinasi antar Desa ,Namun Djuni memastikan wilayah Utara Jembatan yang masuk desa Pucunglor akan dijaga personil Gabungan baik Polri, TNI dan Warga PSHT.

“Wilayah selatan jembatan nanti akan melibatkan PAM Swakarsa , Limnas , Masyarakat Desa serta pihak keamanan, ” Ungkap Djuni.

Sementara itu Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengaku tidak segan mengambil tindakan tegas jika ada tindakan yang mengakibatkan kegaduhan.

Menurutnya konvoi dan penggembira dari luar dilarang masuk Tulungagung. Jika tetap nekat ada penggembira dari luar, maka disuruh kembali. “Tidak boleh ada konvoi. Penggembira dari kabupaten lain akan kami kembalikan,” tegasnya.

Untuk menuju lokasi pengesahan, anggota baru diangkut menggunakan truk. Selepas acara, mereka akan diangkut truk dan langsung pulang.

“Tidak boleh menggunakan atribut maupun identitas perguruan. Nanti ganti di lokasi pengesahan,” Jelasnya. ( Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here