Sebar Berita Hoax, Pemuda Asal Sidoarjo Diringkus Polisi

0
614

SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Aksi konyol seorang pemuda yang menyebarkan berita Hoax terkait kebakaran di Jl. Jetis, Surabaya harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pasalnya, pada hari Kamis (27/08/2020) Siang, pemuda tersebut menghubungi Call Centre 112 dan mengabarkan adanya kebakaran di Jl. Jetis, Surabaya, Kamis (27/8/2020) siang.

Diketahui dari seorang pemuda penyebar berita Hoax tersebut berinisial AY warga Jl. Bluru Permai V-18, Sidoarjo. Ia diringkus unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di sebuah warkop yang ada di Surabaya, pada Jumat (28/8/2020).

Dalam penuturannya Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Wahyudin Latief menjelaskan, begitu mendapat laporan dari tersangka, petugas Damkar menerjunkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran beserta Polsek setempat.

“Setelah direspon, petugas pemadam kebakaran dan petugas Polsek merapat ke lokasi yang di kabarkannya kebakaran tersebut. Namun saat tiba di lokasi, tidak ada kebakaran yang dilaporkan,” ucap Komool Wahyudin Latief saat gelar Press Release dihalaman Mapolrestabes Surabaya Senin (31/8/2020).

Akibat dari laporan tersebut, warga Jl. Jetis sempat dibuat gaduh dan petugas pemadam kebakaran sempat dibuat bingung oleh tersangka.

“Karena tidak ada kebakaran, petugas PMK maupun Polsek meninggalkan lokasi dilaporkannya kejadian kebakaran itu,” terangnya.

Lanjut Kompol Wahyudin Latief, kemudian anggota bergerak cepat untuk memburu pelaku yang membuat berita bohong (Hoax) tersebut.

“Setelah kami identifikasi, ternyata benar kami menemukan nama tersangka dan langsung kami lakukan penangkapan di tempat nongkrongnya di Surabaya keesokan harinya,” kata Wahyudin Latief.

Dari pengakuannya, AY hanya ingin membuat gaduh suasana kota Surabaya. Ia berdalih iseng-iseng untuk melakukannya.

“Saya hanya iseng saja. Coba-coba telepon. Biar warga di Jl. Jetis, Surabaya, Gaduh,” aku tersangka.

Tak hanya itu, tersangka juga mengaku menyesal dan meminta maaf kepada warga Surabaya khususnya warga Jetis dan petugas PMK Kota Surabaya serta Polisi.

“Saya menyesal pak.. dan gak menyangka kalau bakal jadi seperti ini. Saya minta maaf kepada warga Surabaya terutama warga Jl. Jetis, petugas pemadam kebakaran sama Polisi,” sesal tersangka.

Pria yang biasa dengan sapaan, Latief juga menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan aksi serupa karena sangat merugikan banyak orang terutama diri sendiri.

“Ada aturan dan mekanisme hukum yang akan menjerat para pelaku pembuat berita bohong (Hoaxs). Jadi kami imbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan serupa karena sangat tidak ada untungnya dan merugikan banyak orang,” tandas Latief.

Atas perbuatan iseng – iseng tersangka, Polisi menjeratnya dengan pasal 32 ayat (1) Juncto pasal48 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atau UU nomor 11 tahun 2008 tentang UU ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here