Kapolres Bangkalan Laksanakan Inpres No.6/2020 dan Perbub Bangkalan No.63/2020

0
359

BANGKALAN, MADURA, JAWA TIMUR, SABTU (29/08/2020) SINARPOS.CO.ID – Resmi dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Bangkalan No.63 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid19, mulai di lakukan.

Sebagai tindak lanjutnya, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., bersama Wakapolres Bangkalan Deky Hermansyah, S.H., M.H., dan PJU Polres Bangkalan serta Kasdim 0829 Mayor Inf. Mahfud dan Satpol PP Bangkalan langsung ambil peran dan melalukan pendisiplinan warga yang kedapatan tidak memakai masker.

Berlokasi di sejumlah wilayah Bangkalan yaitu pusat toko perhiasan di sepanjang Jl. Panglima Sudirman dan sepanjang Jl. Trunojoyo, Jl. Jokotole, Jl. Mayjen Sungkono serta Jl. A Yani, yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan, petugas tampak mengawasi masyarakat tanpa menggunakan masker.

“Kita melaksanakan penerapan pendisiplinan dan penegakan hukum Protokol Kesehatan sesuai Inpres No.6/2020 dan Perbup Bangkalan No.63/2020 kepada warga masyarakat yg tidak menggunakan masker dengan dilakukan sanksi sosial,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.

Selain memberikan sanksi, pihaknya juga membagikan masker serta melaksanakan sosialisasi serta menyampaikan imbauan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Diharapkan masyarakat semakin konsisten dan sadar dalam memakai masker pada saat beraktivitas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Bangkalan,” ungkapnya.

Dari kegiatan ini, sejumlah masyarakat yang melanggar protokol kesehatan terpaksa harus mendapat hukuman Push-Up dan melafalkan Pancasila atas pelanggaran yang dilakukan.

Sanksi ini tidak memberatkan masyarakat tapi bisa memberikan efek jera agar masyarakat sadar tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Corona Virus Disease Covid-19, belum hilang dari Kabupaten Bangkalan,” paparnya.

Sebelumnya, orang nomor satu di Mapolres Bangkalan juga menjelaskan, beberapa hari sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan sudah cukup baik tetapi realitanya tidak mampu membentuk budaya masyarakat kita untuk menggunakan masker.

“Sudah hampir 5 bulan kita sosialisasi, pembagian masker tetapi semua itu realitanya masyarakat tidak membudayakan diri menggunakan masker,” jelas Alumnus Akpol tahun 2001.

Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan tindakan humanis dan persuasif kepada masyarakat terkait dengan pelanggaran pelanggaran protokol kesehatan.

“Polri mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis kepada masyarakat, bagaimana mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin dalam hal standar protokol kesehatan,” pungkas Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here