Manuver Partai Demokrat Banyuwangi

0
257

BANYUWANGI – Dalam Pilbup Banyuwangi 2020 mendatang, arah politik partai Demokrat Banyuwangi sudah menemukan titik terang. Rekomendasi partai Demokrat telah menentukan untuk mengusung pasangan Yusuf Widyatmoko dan KH Muhammad Riza Aziziy sebagai pasangan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup).

Di DPRD Banyuwangi sendiri, Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu hanya memiliki 6 kursi. Artinya Demokrat harus membangun koalisi dengan partai lain agar memenuhi 10 kursi sebagai syarat ambang batas minimum pencalonan yakni 20% suara supaya dapat mengusung pasangan calon. Tetapi Rekomendasi pasangan calonnya telah diumumkan pada Kamis (20/8/2020).

Tetapi Michael Edy Hariyanto ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi tersebut berani untuk melakukan manuver. Walaupun belum mendapat dukungan koalisi dari partai lain untuk mengusung calon pasangan, Langkah Partai Demokrat tersebut dinilai sangat berani dan bisa dibilang sebagai sebuah permainan ‘dadu politik’.

“Apa yang sudah beredar luas, video maupun SK itu benar. SK yang dipilih oleh ketua umum saya, AHY, adalah Pak Yusuf dan Gus Riza, putra dari KH Hisyam Safaat pengasuh Ponpes Blokagung,” ungkap Michael di Hotel Aston Banyuwangi.

Partai Demokrat sendiri telah mengambil langkah untuk menanggung resiko yang besar. Supaya tidak terjadi adanya lawan bumbung kosong makanya Demokrat memilih untuk mengusung calon meskipun belum ada koalisi dari partai lain.

“Saya sebagai ketua partai sudah bertekad untuk mengabdikan diri membantu rakyat melalui partai politik. Saya tidak peduli partai mana yang mau bergabung dengan kita. Kami sudah perintahkan Pak Yusuf untuk mencari koalisi,” terangnya.

Demokrat sebetulnya sudah berupaya melakukan pendekatan dengan partai lain untuk membangun koalisi. Diantaranya dengan Golkar, PKB dan Gerindra. Tapi komunikasi itu kerap berubah seiring dinamika politik yang berkembang.

Pencarian figur cabup dan cawabup itu sudah dimulai sejak Januari 2020 dengan membentuk panitia penjaringan. Setelah diseleksi ada 8 nama yang menguat. Dari 8 itu kemudian mengerucut pada tiga nama yang kemudian diusulkan dan disetujui oleh DPP Demokrat adalah dua nama.

“Dua nama itu adalah Bu Ipuk (Ipuk Fiestiandani) dan Pak Yusuf. Akhirnya Partai Demokrat sepakat memilih uang mengusung Pak Yusuf,karena sejalan dengan visi dan misinya,” lontar Ketua Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto.

Mengenai nama Gus Riza, kata Michael, atas masukan dan pilihan dari Yusuf Widyatmoko. “Pak Yusuf sendiri sudah memilih Ahmad Munib Safaat atau Gus Munib selaku wakil bupati. Tapi dalam perjalanannya ternyata Gus Munib tidak siap, lalu siapa yang bisa mendampingi Pak Yusuf (selain Gus Munib). Ternyata dijawab Gus Riza,” tambah Michael.

Di tempat yang sama Fiky Septalinda selaku Sekertaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menyampaikan, “Jadi rumah tangga kita kali ini tidak dalam rangka bicarakan rekomnya orang lain, kedepan bahwa mengusung ibu Ipuk dan Pak Sugirah untuk kemenangan PDI Perjuangan dalam Pildaka di 9 Desamber 2020 itu sudah jelas,” terangnya.

“Hari ini ditanyakan dengan keluar rekomnya dari partai lain, dan itu bukan urusan Kami. Karena kalau sudah meloncat partai lain pasti konsekwensinya harus dikeluarkan dari partai. Dan apa yang sudah dikatakan oleh Ibu Mega pun sudah jelas dalam pidatonya, kalau tidak berkenan dengan intruksi dan perintah partai “Silahkan keluar” dari partai kita,” katanya Fiky saat menirukan pidato bu Mega.

Fiky juga menambahkan, Dengan adanya rumor yang beredar bahwa pak Yusuf berdiri dua kaki, “Kalau urusan berdiri dua kaki itu kita tidak pernah tau, karena secara aturan main diinternal partai dan di AD/ART kami sudah jelas. kalau saya ngomong seperti itu berarti ngelancangi wewenang dan bukan masuk urusan kita,” pungkasnya.

Steatmen lain muncul setelah acara wawancara di hotel Aston Banyuwangi, salah satunya dari aktivis senior Banyuwangi Agus Tarmidzi yang mewakili dari Forum Rakyat berdaulat Indonesia (FORBI) yang juga menghadiri acara tersebut.

“Apa yang sudah disampaikan oleh pak Michael tadi saya sangat setuju, hal ini sebagai jawaban untuk masyarakat bahwa dalam kontestasi pilbub Banyuwangi kali ini tidak akan ada namanya melawan bumbung kosong,” ungkapnya.

“Selain itu harapan saya dengan adanya pemilihan calon pasangan yang berkwalitas juga akan menciptakan sosok pemimpin yang berkwalitas juga dan akan bisa membawa banyuwangi kedepan lebih maju dan berdaulat untuk masyarakat banyuwangi,” papar Agus Tarmidzi saat wawancara di hotel Aston Banyuwangi.(Abdul Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here