Mantan Camat Porong Dituntut Hukuman 1 Tahun 6 bulan

0
70

Sidoarjo-Sinar Pos

Sidang pembacaan tuntutan mantan Kepala Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo kembali bergulir , Murtadho (48) selaku mantan Kepala Kecamatan Porong harus menelan pil pahit saat pembacaan tuntutan

Sidang yang dipimpin oleh Dede Suryaman tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Juanda Sidoarjo, pada Kamis (30/7).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo Rochida Alimartin menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana diatur dan diancam dalam jeratan pasal 12 huruf e, Jo pasal 12 A Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Perbuatan terdakwa terbukti dalam dakwaan alternatif pertama,” ucap Rochida yang membacakan surat tuntutan bergantian dengan Jaksa Efreni.

Sementara dalam surat tuntutan mengungkap fakta hukum, terdakwa Murtadho seharusnya tidak boleh meminta hak atas jatah honor 1,5 juta/bulan yang diterima saksi Heri Purnomo selaku Mudin Kelurahan Siring Kecamatan Porong.

Kronologis kejadian, terdakwa yang pada saat itu masih menjabat selaku kepala Kecamatan Porong, diminta agar mencairkan honor mudin Desa Siring Heri Purnomo selama 11 bulan terhitung mulai Januari – November 2019 yang memang belum diterima oleh Heri Purnomo.

Bukan nya prihatin atas kondisi anak buahnya yang belum mendapatkan honor selama 11 bulan, Murtadho malah meminta jatah sebesar 5 juta untuk dapat mencairkan honor tersebut

Karena sedang butuh uang dan honor selama 11 bulan belum dicairkan, Heri terpaksa menawar sebesar Rp 3,5 juta yang dibayarkan dua tahap dan akhirnya disetujui terdakwa.

Pada November 2019, honor untuk saksi akhirnya dicairkan sebesar Rp 16,5 juta, Saksi menyerahkan uang Rp 1,5 juta, akan tetapi terdakwa justru meminta kekurangan uang tersebut.

“Saksi akhirnya meminta agar honor bulan Desember 2019 yang dicairkan awal Januari 2020,” ucap Efreni di hadapan majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman.

Pada Januari 2020 itulah honor saksi dicairkan yang diterima sebesar Rp 1,5 juta, pada keesokan hari saksi ditagih terdakwa atas kekurangan dari total yang disetujui dan diminta untuk menambahi sebesar Rp 500 ribu.

Saksi terpaksa menambahi uang tersebut dan memberikannya di Kantor Kecamatan Porong pada 8 Januari 2020 lalu.

Namun, saat itu terdakwa yang sedang menerima uang itu terendus petugas Tipikor Polresta Sidoarjo hingga terjadi OTT (operasi tangkap tangan) hingga pelaku digelandang beserta barang bukti total uang Rp 2 juta ke Polresta Sidoarjo

Atas perbuatan nya tersebut, Murtadho dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 25 juta subsider 2 bulan kurungan.( Awi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here