POLRESTA BANYUWANGI CIDUK PASUTRI CURANMOR

0
135

Banyuwangi – Sinar Pos, Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan

spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pasangan suami istri (pasutri). Polisi terpaksa melepaskan tembakan terukur, karena satu tersangka (sang suami) melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

“Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri. Sang suami berinisial AR (40) dan istrinya WJ (40) warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono,”ujar Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin( kapolresta), Rabu 29 Juli 2020.

Lanjut Kapolresta, terungkapnya sindikat curanmor ini berdasarkan laporan dari korban, warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro yang kehilangan kendaraan pada tanggal 23 juli 2020 yang berinsial “S” telah Kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya dua orang, pasangan suami -istri berhasil kita tangkap,” jelasnya.

“Berdasarkan hasil penyidikan, pasutri ini sudah melancarkan aksi curanmor sebanyak 21 kasus. “Mereka ini merupakan bagian dari sindikat curanmor antar daerah. Di Banyuwangi sendiri ada 21 kasus di enam kecamatan berbeda. Total motor yang digasak tersangka mencapai 50 unit,” kata Kapolresta Arman.

Masih Menurut Arman, sebelum melancarkan aksinya, kedua tersangka berkeliling mencari target. Tersangka selalu mencari sasaran sepeda motor jenis Honda yang terparkir di halaman rumah.

“Awal pelaku diantar oleh istrinya mencari sasaran, setelah sampai di tempat tujuan selanjutnya istrinya pulang ke rumah.

Sambil menunggu datangnya malam, tersangka AR mencari pondok yang berada di sekitar TKP. Saat tengah malam, tersangka berjalan kaki menuju rumah target sasaran. “Tersangka melompat pagar dan membuka kunci gembok pagar menggunakan kunci T,” kata Arman.

Tersangka langsung membobol motor korbannya menggunakan kunci T. Setelah berhasil, tersangka mengeluarkan motor hasil curian dari pagar rumah korban dan langsung membawanya kabur.

Hasil motor curian tersebut, oleh tersangka langsung dibawa ke Lumajang untuk dijual ke seorang penadah berinisial T, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). “Untuk jenis Scopy dihargai Rp. 3.500.000, untuk Vario dihargai Rp. 3.000.000, dan Honda Beat dihargai Rp. 2.500.000,” jelasnya

selain berhasil menangkap kedua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan belasan barang bukti. Diantaranya, 5 unit sepeda motor Honda berbagai merek, 3 rumah anak kunci T, 6 anak kunci T (2 bentuk persegi dan 4 berbentuk pipih), 1 unit Senter kodok (Kepala) dan 2 buah gagang kunci Honda bermagnet.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasutri ini harus mendekam di jeruji sel tahanan. Keduanya dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 3e, 4e, dan 5e KUHP Jo 65 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman Hukuman 9 Tahun. (Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here