Pelindo Menggunakan Kamera Pintar Untuk Mendeteksi Para Penumpang Kapal

0
327

Surabaya, Sinar Pos – 17.07.20. Setelah kamera pintar tersebut dipasang di pelabuhan Benua Bali, Semarang, Kumai dan hari ini di Pelindo 3 surabaya.

Direktur PT Rakha Jaya Putra, RR Pungky Puspitasari, mengatakan karena kamera ini fungsinya untuk grouping bukan untuk personal, misalnya kalau banyak orang, kita bisa nangkap semuanya, untuk personal satu-satu butuh waktu misalnya kita pakai travel Gun itu kan butuh jarak, jaraknya 25 cm atau 10 cm kalau ini sampai ke coverage 5 meter itu kita sudah bisa dideteksi. Tapi kalau orang orangnya yang termo 15 cm kita bisa bicara nya kan physical distancing tapi no distance, akhirnya tidak ada jarak, buat apa adanya peraturan yang dikeluarkan dengan adanya physical distancing, saya rasa ini mencukupi kebutuhan, selama wabah ini masih ada dan pencegahannya ada karena adanya standar protokol yang sudah ada, jadi setiap orang harus di cek suhu badannya tanpa kita harus bersentuhan, ya walaupun grouping tidak harus berdekatan dengan jarak 2 meter, dibelakangnya di sampingnya itu kita kan sudah covering ujarnya.

Karena covering kamera sudah 90°, jadi ini mempermudah semuanya, tidak harus satu-satu, kalau 1-1 dengan Sekian banyak visitor atau pengunjung di dalam satu tempat seperti terminal, rumah sakit, hotel ataupun pasar pusat pembelanjaan itu akan bikin waktunya habis hanya untuk ini katanya.

Kalau kita lihat melalui monitor 1, ini gak bisa 1 orang akan kita alihkan, jadi gak bisa masuk, jadi tidak 1-1, kita tidak bersentuhan dengan orang, tidak berdekatan dengan orang, itu jauh lebih bermanfaat ucapnya.

Kamera ini mempunyai kelebihan yang menggunakan pendeteksi face mask, kalau kita tidak pakai masker alarmnya bunyi sambil bilang harus pakai masker. Kata alarm, nanti bisa didengar sendiri itu bunyi peringatan bahwa itu tidak pakai masker.

Camera ini punya kepekaan, kepekaan ini kita ambil dari face Mask ini. Kenapa kita pakai kepala, kita ambil itu karena kalau kita menggunakan baju, baju ini adalah media, suhu badan akan diredam oleh kain, kalau kita langsung ke kulit kepala itu beda karena terbuka itu adalah sangat membantu sekali.

Benefitnya lagi adalah selain ada grouping bisa diambil, selain adanya masker face mask detection itu bisa dibaca orang bisa diperingatkan misal, ih kamu harus pakai masker, nah itu jangan kita tidak harus memiliki jarak dekat dan bersentuhan dengan banyak pihak, kita bisa standing dan controling bisa doing something bisa melakukan pekerjaan yang lain tidak hanya satu fokus untuk tangan ini bisa bergerak maju Hanya seperti thermo Gun, kita bisa lihat kita analisa dan video ini bisa kita buat untuk kamera ini bisa kita rekam, kita simpan, bisa dibikin Cloud system.

Someday, kalau terjadi apa-apa kan bisa buka lagi datanya, itu yang kita lakukan Kenapa kita bikin display seperti ini, fungsi dari ini kan kenapa kita pakai Smart TV, kenapa kita bisa pakai beberapa alat, supaya itu mempermudah kerja kita saja.

Secara internal data yang diambil oleh pihak customer atau klien atau siapapun itu pasti bisa dengan mudah mereka bisa tahu berapa visitornya, masalahnya ada problem apa, mereka bisa tahu, kita bisa tarik mundur lagi.

Tapi sejauh ini yang kita lihat di mall itu kan cuma stand alone, itu di mana dia cuma berdiri sendiri, cuma recovering itu tanpa recording.

Kalau kita ini kan recording, ada sistem data yang kita simpan, biasanya para owner dari satu perusahaan atau government pun, mereka bisa langsung showing Oh inilah yang terjadi di area itu Tanpa mereka juga harus turun langsung, bisa melalui handphone mereka masing-masing.

Nanti kita kan ada I.T sendiri yang khusus untuk mereka, oh itu kalau sampai terjadi grouping pada salut ada penanganannya, protokolnya sudah pada jalan tutur RR. Pungky. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here