Judi Adu Balap Merpati, Polisi Amankan 12 Orang

0
525
SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Perjudian adu balap burung Merpati yang ada di Jl. Wonokesumo, Gg. Makam, Kec. Semampir, Surabaya pada Jum’at (17/07/2020) Sore. Akhirnya Digerebek Anggota Raimas Satsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Terbukti, hasil dari penggerebekan itu, Anggota Raimas yang dipimpin langsung Kanit Turjawali Ipda Bambang berhasil mengamankan dua belas orang yang lagi asik melakukan perjudian adu balap burung merpati.
Dari dua belas orang yakni masing-masing inisial MMR (23), warga Jl. Tambak Wedi Gg. Buntu, MH THR (49), warga Jl. Jatisrono Barat, MT HL (18), warga Jl. Sidodadi Kulon, RHM (19), warga Jl. Sidodadi Kulon, TJ (40), warga Jl. Wonokesumo, M. AR (41), warga Jl. Sidotopo Sekolahan, THP (43), warga Wonosari, M SNTR (35), warga Jl. Wonosari, ALF (16), warga Jl. Karang Tembok, MHD (14), warga Jl. Karang Tembok, PC (14), warga Jl. Sidodadi Kulon, IL (15), warga Jl. Wonosari Lor Baru.
Tak hanya itu, Anggota Raimas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) buah HT kecil, 14 (empat belas) Unit sepeda motor dan beberapa ekor burung Merpati balap beserta kandangnya.
Kasat Sabhara AKP. Windu Priyo Prayitno, S.H., mengatakan, kejadian itu bermula saat Anggota Raimas yang dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Ipda Bambang melakukan Patroli Mobile di seputaran wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dengan rute dari Polres ke arah Suramadu.
“Tepat pukul 15.00 Wib, Anggota Raimas dapati informasi bahwa ada puluhan orang yang melakukan permainan judi adu balap burung Merpati di Jl. Wonokesumo Gg. Makam, untuk menanggapi kebenaran informasi tersebut, Anggota Raimas langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penggerebekan,” ucap AKP. Windu dilansir sinarpos.co.id. Sabtu (18/07/2020).
Lanjut Windu, begitu Anggota Raimas datang puluhan orang kocar-kacir melarikan diri di sela-sela perkampungan sekitar lokasi.
“Namun dua belas orang ini, terkepung oleh Anggota Raimas dan tidak bisa melarikan diri, sehingga mereka dan barang buktinya dibawa ke Mako untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.
Tambah Windu, dari dua belas orang tersebut, masih menjalani pemeriksaan.
“Jika terbukti melakukan perjudian saya akan limpahkan pada Satreskrim, dan apabila tidak cukup bukti maka kami akan lakukan pembinaan,” tutup Windu. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here