Cabuli 4 Bocah, “Pembersih Makam” Dibekuk Polisi

0
533

SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Pelaku pencabulan yang dialami 4 Bocah ingusan berhasil di bekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pelaku tak lain hanyalah seorang pembersih makam yang biasa mangkal di kawasan makam Mbah Ratu inisial IBR (56), warga Surabaya. Ia di bekuk anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H. di dampingi Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Faisol Amir menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku melihat ke 2 korban inisial DAP (8), dan RYA (5), tidur-tiduran sambil bermain HP di dalam gubuk yang ada di area belakang wisata kuliner Krembangan Jl. Gresik Surabaya.

“Tiba-tiba pelaku datang membujuk rayu dengan mengiming-imingi sebuah permen dan memperlihatkan Vidio Tik Tok di HPnya, kemudian datang niat jelek pelaku untuk mencium dan meraba-raba alat kelamin korban,” ungkap orang nomor satu di Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat gelar press release pada Jum’at (10/07/2020) Sore.

Tak hanya itu, dua bocah laki-laki lainnya juga jadi korban nafsu biadab pelaku IBR yaitu inisial JS (10), dan RSK (7), keduanya juga mendapatkan perlakuan tidak senonoh oleh pelaku IBR.

“Korban JS dan RSK di pegang dan di remas-remas alat kelaminnya oleh pelaku IBR saat berada di dalam gubuk tersebut,” ucap Perwira dengan dua melati emas di pundaknya.

Hasil dari penangkapan pelaku pencabulan tersebut, Polisi dapati barang bukti berupa 1 (satu) potong sprei warna biru bermotif Chelsea, 1 (satu) lembar perlak terpal gamabar F.C Barcelona1 (satu) potong warna pink bergambar Frozen, 1 (satu) potong kaos warna merah, 1 (satu) potong kaos biru bergambar masha and the bear, 1 (satu) potong celana jean warna biru Dongker, 1 (satu) potong celana pendek warna hitam, 1 (satu) potong celana kain warna hitam.

“Akibat perbuatan nafsu bejadnya tersangka dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU No. 17/2016 tentang Perppu No. 1/2016 Jo UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan makimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here