Perkosa Wanita Secara Bergilir 8 Orang di Tangkap Polisi

0
1151
BANGKALAN, MADURA JAWA TIMUR, SINARPOS.CO.ID – Kapolres Bangkalan AKBP. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., gelar press release mengungkap pelaku pemerkosaan yang dialami wanita inisial SR (21), warga Desa Bandang Laok, Kec. Kokop, Kabupaten Bangkalan, yang di perkosa secara bergiliran di Tengah Hutan atas Bukit Dusun Longkak, Desa Bandang Laok, Kec. Kokop, Kab. Bangkalan oleh 8 orang tersangka.
Diketahui dari 8 (delapan) orang tersangka yang berhasil ditangkap yakni masing-masing inisial MF (21), SA (22), AR (14), MZ (20), dan R (17), kelima tersangka merupakan warga Desa Bungkeng, Kec. Tanjungbumi, Kab. Bangkalan. Serta ketiga tersangka lainnya adalah warga Desa Mandung, Kec. Kokop, Kab. Bangkalan yaitu inisial NR (19), FR (21), dan J (25).
Penangkapan 8 (delapan) orang tersangka yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Bangkalan merupakan atas kerja sama dengan Tokoh Masyarakat dan kepala Desa yang ada di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur.
“Kami sangat berterima kasih kepada para Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa atas kerja samanya sehingga kami bisa mengamankan 8 tersangka, sekali lagi kami ucapkan terimakasih,” ungkap Kapolres Bangkalan AKBP. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., saat gelar press release di halaman Mapolres Bangkalan, Rabu (08/07/2020) Sore.
Adapun kronologisnya yakni pada saat korban SR bersama kedua saksi yaitu RZ dan RDS sepulang dari rumah saudaranya dengan membonceng korban menaiki sepeda motor tiba-tiba sesampai di Desa Bungkeng, Kec. Tanjungbumi dihadang 7 (tujuh) orang yang tidak dikenalnya dengan membawa sajam dan mengacungkan pada saksi RZ untuk menyerahkan korban SR.
“Sontak saksi RZ dan RDS takut dan pergi meninggalkan korban SR, selanjutnya korban SR di perkosa secara bergiliran,” kata perwira yang pernah menjabat sebagai Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim.
Peran masing-masing ke 8 (delapan) tersangka tersebut berbeda-beda yakni tersangka MF merupakan orang ke tiga yang menyetubuhi korban dan tersangka AR bagian memegang kaki korban pada saat disetubuhi tersangka FR merupakan orang yang ke empat menyetubuhi korban, tersangka J merupakan orang ke enam yang menyetubuhi korban, dan tersangka MZ hanya melihat pada saat korban disetubuhi secara bergantian, serta tersangka FR bagian memegang kedua tangan korban saat disetubuhi tersangka MZ dan merupakan orang yang kedua menyetubuhi korban.
Tak hanya itu, tersangka MR juga memegang kaki kanan korban pada saat disetubuhi tersangka FR yang merupakan orang kesatu menyetubuhi korban, tersangka SA merupakan orang yang kelima menyetubuhi korban dan tersangka AR memegang tangan kanan dan memegang payudara korban saat disetubuhi tersangka J serta tersangka memegang tangan korban pada saat disetubuhi tersangka FR.
“Saat di lakukan pemeriksaan oleh petugas penyidik, tersangka SA sempat tidak mengakui perbuatannya kalau dia menyetubuhi korban, Namun tersangka SA tak bisa mengelak lagi, berkat pengakuan tersangka lainnya bahwa dia menyetubuhi korban saat kejadian,” ujar Alumnus Akpol tahun 2001 tersebut.
Atas kejadian tersebut Polisi berhasil amankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) potong sarung kombinasi warna kuning, hitam dan orange, 1 (satu) potong BH warna merah muda, 1 (satu) buah sandal warna hitam, dan sejumlah kosmetik yang di bawa korban dalam kondisi rusak.
“Guna mempertanggungkan atas perbuatannya kini ke 8 (delapan) tersangka akan kami jerat dengan pasal 285 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 dan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Kapolres Bangkalan AKBP. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here