Bincang Dengan Siti Anggraeni Hapsari (SAH)

0
509

Surabaya, Sinar Pos – 6 Juli 20. Setelah Demokrat memilih machfud Arifin sebagai calon walikota, kini Siti Anggraeni Hapsari (SAH) mengincar posisi wakil walikota.

Bincang dengan Siti Anggraeni Hapsari (SAH), dengan Tema, SAH menerima masukan dari rekan-rekan disabilitas.
SAH mengatakan, kemarin pihaknya kedatangan komunitas disabilitas, perhatian intinya, kemudian harapan-harapan mereka, kalau seandainya saya menjadi pemimpin di Surabaya, akan memperhatikan harapan-harapan mereka. Mungkin mereka dari disabilitas punya keahlian seni lukis, mereka harus diwadahi, diberi sanggar khusus, output dari hasil lukisannya jadi tanggung jawab kita bersama untuk memasarkan, yang bagus ada marketplace yang bagus, atau dimasukkan ke museum museum ujarnya.

SAH ingin menciptakan batik gaya atau khas Surabaya, kalau batik Bangkalan itu kan sudah terkenal, itu kita bisa melatih para rekan-rekan disabilitas ini, dibutuhkan kesabaran, ketelatenan saya rasa cocok pekerjaan itu untuk rekan-rekan disabilitas terutama yang kekurangan atau cacat kaki, karena tangan, mata kan masih normal, sehingga dia bisa membuat batik, kita berikan pelatihan khusus buat mereka, kemudian dibuatkan suatu batik ciri khas Suroboyoan dan itu yang harus kita gali nantinya katanya.

Karena batik itu menjadi pakaian kita sehari-hari, tapi yang kita lihat batik Jawa Tengah, Madura, nah batik Suroboyoan ini yang harus dikembangkan, harus ada, harus hadir, harus jadi produk unggulan dan menjadi kebanggaan Kota Surabaya.

Itu akan menjadi home industri, ibu-ibu yang mengerjakan di rumah nanti tinggal disetorkan ke koperasi. Tapi mereka kita berikan pelatihan-pelatihan secara berkala, perhatian khusus, bahan dari kita. Mereka membatik sistem borongan, misal satu kain membatiknya berapa, saya rasa itu bisa menghasilkan konsep ekonomi bisa membantu ibu-ibu itu memperoleh penghasilan walau dari rumah. Seperti kampung batik di Solo, ada kampung Lawean, seluruh warga masyarakat di sana membatik, surabaya harusnya diciptakan seperti sekalian dikasih hak paten, ucapnya.

Mengenai tiga jalan protokol yang kena psbb, kata SAH, tingkat kedisiplinan masyarakat Surabaya masih rendah, kemarin sebenarnya sudah ada sanksi sanksi, punishmen, sanksi moral dan lain sebagainya sudah mulai di adakan. Memang bagus sebagai salah satu mekanisme untuk warga masyarakat supaya lebih takut terhadap sangsinya. Nah kemudian ada beberapa jalan protokol yang kemudian ditutup itu.

Memang untuk mengurangi aktivitas karena rata-rata yang ditutup itu adalah tempat dimana aktivitas perkantoran, tempat bisnis. Untuk mencegah juga istilahnya jangan sampai berkerumun, memang sifatnya kelas-kelas utama itu maka mungkin memang penutupan seperti ini saya rasa perlu dilakukan untuk menjadi perhatian warga masyarakat supaya tahu. Oh memang ini tujuannya bahwa kita masih di era normal, normal baru, new normal dengan gaya kehidupan yang memang kebiasaan baru, ini memang masyarakat Surabaya harus menyadari itu tutur SAH. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here