AKSI DEMONTRASI PMII PAMEKASAN TERJADI GESEKAN

0
142

PAMEKASAN, SINAR POS – Aksi unjuk rasa Oleh PMII cabang Pamekasan yang terjadi di depan Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan sempat ricuh. Dalam kericuhan itu, tiga kader PMII Pamekasan harus dilarikan kerumah sakit dan satu mengalami luka. Kamis, (25/6/2020).

Sebelum terjadi kericuhan tersebut PMII Cabang meminta agar ditemui oleh Bupati Pamekasan, Namun Hal tersebut tetap tidak ditemui Oleh Bupati Pamekasan, Sehingga terjadilah kericuhan yang memaksa masuk menerobos ke Pendopo Ronggosukowati.

Polisi yang dilengkapi oleh atribut keamanan itu menghadang Aksi yang hendak masuk untuk mencari Bupati Baddrut Tamam. Di situlah, demo yang dikomandani Moh Lutfi gesekan dengan petugas kepolisian.

Akibat gesekan tersebut tiga dari kader PMII Harus dilarikan ke RSUD Pamekasan, salah satunya Kader PMII yang menjabat Ketua Rayon Sakera PMII Komisariat IAIN Madura bernama Ahmad Rofiqi mengalami luka dibagian Belakang kepala sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

Demonstrasi yang digelar Pengurus PMII Pamekasan yaitu dengan tuntutan desakan pengusutan tuntas kasus galian C ilegal. Menurut mereka, dari 350 titik galian C ilegal hanya ada 1 titik yang berizin di Pamekasan.

“Diantara tembusan kami, Kami ingin berdiskusi dengan semuanya, terutama dengan Bupati Pamekasan,” teriak Moh Lutfi selaku Ketua Cabang PMII Pamekasan.

Lutfi meminta pemerintah daerah menutup dan memberhentikan Galian C ilegal yang ada di Kabupaten Pamekasan. Sebab, mau bagaimana pun menambang ilegal itu melanggar hukum yang memang ada dalam undang-undang no 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan UU no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Setelah cukup lama duduk bersama berdialog dan adu bicara dengan Kapolres Pamekasan, akhirnya mahasiswa pulang dengan memberi jangka waktu penutupan tambang galian C liar selama 7 X 24 jam kepada Polres Pamekasan.

“Apabila tidak ada reaksi dari aparat terkait serta tindak lanjut, maka kami akan berdemo kembali,” ujar Lutfi.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan Djoko Lestari mengatakan bahwa akan melakukan kordinasi dengan Forkopimda serta mencari solusi dan jalan keluar yang menjadi tuntutan PMII pamekasan dalam hitungan waktu 7 X 24 jam.

“Dalam hitungan itu kami selaku Polres Pamekasan akan melakukan koordinasi dengan Forkompimda Pamekasan,” Ungkapnya.(M.Nuruz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here