Ijazah Doa Dan Istighotsah Dari Prof.DR.KH.Asep Syaifuddin Chalim, MA

0
276
Foto : Dari kiri ke kanan Drs.H.Nurrakhmad, MM Ketua DMI Mojokerto, Prof.DR.KH.Asep Syaifuddin Chalim, MAg, Kya Khusen Shomad , KH. Nur Khasan, dan H.Muhammad Al-Barra, Lc,MHum Ketua yayasan Amanatul Ummah. (14/6/2020).
Mojokerto (Sinar Pos) – Sebagaimana telah maklum, bahwa pada hari Sabtu dan Minggu yang lalu tanggal 13 dan 14 Juni 2020 telah diselenggarakan Istighotsah dan Doa Bersama untuk Memutus Mata Rantai Covid-19 oleh Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Mojokerto bertempat di Masjid KH.Syaifuddin Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kembangbelor Pacet Kabupaten Mojokerto.
Event tersebut dilaksanakan dengan empat gelombang, hari Sabtu dua gelombang dan hari Minggunya dua gelombang yang diikuti oleh Takmir Masjid se-Kabupaten Mojokerto, Pengurus Daerah DMI Mojokerto dan PC DMI Kecamatan-Kecamatan, dengan total peserta sebanyak sekitar 1.800 orang.
Pada setiap gelombang pada susunan acaranya selalu ada acara Istighotsah dan Doa Besama yang dipimpin oleh Prof.DR.KH.Asep Syaifuddin Chalim, MAg. Berikut kami sajikan paparan yang disampaikan beliau dalam gelombang teakhir berupa pengantar, Ijzah Doa dan Istighotsahnya.
Dalam pengantarnya KH.Asep menjelaskan yang diantaranya Era Corona ini kurang lebihnya masuk ke daerah kita ini sekitar empat bulanan yang lalu. Kemudian kegiatan hampir tutup selama tiga bulan , orang disana-sini menjerit dengan hanya sekedar tiga bulan banyak sekali PHK ada 4 juta orang di PHK di Indonesia saja. Itu belum lagi home industry, kalau dengan home industrynya konon belasan juta.
Dampak dari PHK itu kadang-kadang ada yang terkejut sampai stroke dan seterusnya, karena kemudian mereka merasa sulit untuk menghadapi kehidupan, mohon maaf untuk makan. Akhirnya kemudian kita akan mengambil langkah New Normal Life, kehidupan yang normal tapi dalam bentuknya yang baru. Nah kita dalam kehidupan yang normal bersahabat dan berdekatan dengan Corona tapi tidak boleh terhinggapi, tidak boleh terkena oleh virus Corona. Maka kemudian kita harus membentengi dan membekali diri.
Masjid itu tidak boleh ditutup. “Saya sedih sekali ketika mendengar ada enam belas masjid ditutup di Surabaya”, keluh Kyai Asep. Sungguh perbuatan dholim kalau sampai masjid ditutup, bukan sekedar dhalim tapi perbuatan yang paling dhalim, yang didhalimi adalah Allah kalau sampai masjid ditutup, tegas Kyai Asep.
Masjid itu adalah rumah Allah. (Buyuu tullahi alal ardhi al-masajid) بويوت الله على الأرض الْمَسَاجِدَ
Rumah Allah dimuka bumi adalah masjid. Sehingga bagi mereka yang sampai menutup masjid itu diancam oleh Allah Lahum fiddunya hizzun walahum fil akhirati adzabun adhim ( Didunia dianggap hina dan diakhirat mendapat siksa yang besat ). Oleh karena itu kita harus menjadi penjuang jangan sampai masjid ditutup.
Jangan pernah khawatir dalam kita meramaikan masjid, karena dijamin oleh hadits Nabi : Idza anzalallhul ahad minassamaai alaa ahlil ardhi surifat an ummadil msajidi ( Ketika Allah menurunkan penyakit dari langit ditimpakan kepada penduduk bumi maka akan dipalingkan penyakt itu dari mereka yang meramaikan masjid). Ini jaminannya.
Mohon maaf kenapa sampai ada masjid yang harus ditutup dan seterusnya. Hari-hari ini terasa sekali adanya buyer dari orang-orang komunis untuk menutup masjid. Saya sampaikan berkali-kali, tolong Bapak Presiden, tolong Ibu Gubernur dan para Bupati bahwa di dalam Islam bagi seorang pemimpin itu disekitarnya pasti ada dua macam pembantu. Pembantu yang baik dan pembantu yang tidak baik, Pembantu yang tidak baik ini akan selalu menjerumuskan kepada pemimpinnya.
Maa ba asallahu min nabiyyin walastahlafa min kholifah wala bithonatun takmuruhu ilal khoiri wabithonatun takmuruhu ilas sar’i ( Tidak ada seorang nabi allah tidak mengutus seorang nabi Allah tidak menjadikan seorang kholifah seorang pemimpn kecuali disertakan kepada mereka dua macam pembantu yaitu pembantu yang baik yang selalu mengarahkan kepada kebaikan dam membantu atas upaya-upaya baik pemimpnnya akan tetapi ada juga pembantu yang selalu mengarahkan kepada kejahatan dan selalu mengupayakan pemimpinnya terjerumus ).
Kaitannya dengan masjid yang ditutup, mohon maaf disekitar pak Jokowi itu disana ada yang ekstrim kiri. Ekstrim kiri itu pastilah mereka memang cita-citanya menutup masjid itu. Tetapi ekstrim kanannya, kyai-kyainya itu membiarkan, membiarkan dihari-hari itu. Mohon maaf saya berok-berok dimana-mana ya karena kebetulan saya yang mengupayakan pak Jokowi itu jadi dan bu Khofifah itu jadi. Dalam rangka agar diselamatkan dari kondisi yang semacam ini.Mereka mengatakan kalaupun hizzun ya pemimpinannya yang hizzun. Ya tidak boleh agama dibuat demikian ini, kita harus terang-terangan.Tetapi Alhamdulillah sekarang masjid-masjid sudah dibuka.
Marilat kita bentengi diri kita agar selamat dari Corona agar selamat dari bencana, dari balak, dari bahaya dengan cara :
1. Kita mengikuti protocol Islam. Protokol Islam itu harus bersih dan selalu bersih apalagi dalam kondisi yang semacam ini.
2. Prtotokol Kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan pakai hand sanitizer tapi tidak boleh terus menerus, setiap tiga kali harus cuci tangan pakai sabun baru pakai hand sanitizer lagi, jaga jarak dan social distancing.
3. Berdoa dan istigotsah.
Pertama membaca Istghfar. Barang siapa yang banya membaca istghfar maka Allah akan menjadikan gundah dan susahnya berubah menjadi bahagia, kesulitannya diberikan jalan keluar dan Allah akan melimpahkan rizqi dalam bentuknya yang tidak duga-duga. (Man aktsara minal istighfari ja alallahu min kullli hammin faraja waminkulli dhaikin makhraja warazaqahu min haitsu la yahtasib).
Kedua membaca Laa ilaa ha illallah. Dalam hadits yang saya temukan bacaan Laa ilaaha illallah akan bisa menolak, menutup dari masuknya balak termasuk didalamnya adalah penyakit.
Ketiga membaca Laa haula walaa quwatta illa billah sampai dengan billah saja. Akan bisa menolak, menutup, mendorong keluar dari masuknya bahaya dan termasuk didalanya penyakit.
Selanjutnya diakhiri dengan membaca Shalawat. Agar permohonan kita dengan membacakan ayat-ayat, dengan membacakan dzikir-dzikir tadi didengar langsung oleh Allah karena tidak ada hijab(penghalang) dengan sebab membaca Shalawat.
Dan ditutup dengan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Monggo urutan bacaan ini saya ijazahkan kepada penjenengan agar terhindar dari dampak Covid dan sampaikan ini kepada masyarakat disekitar panjenengan. Masing-masing kita baca 3X. Dengan mengetahui dalilnya seperti apa yang telah saya jelaskan, maka biasanya bisa mantab. ketika membacanya dan keberhasilannya.
Selanjutnya mari kita istighaotsah agar terhindar dan hilangnya Covid serta hilangnya segala dampak yang ditimbulkannya.
Pertama dengan membaca Alfatihah. Fatihah bisa dipakai apa saja tujuan ketika kita membacaya.
Kedua membaca surat al-Ihlas 3 X diniati sebagai mengkhatamkan Al-Qur’an karena barang siapa yang membaca Al-Qur’an sampai khatam ia memiliki do’a yang dikabulkan oleh Allah Swt dan diamini setidak-tidaknya oleh tujuh puluh ribu malaikat.
Ketiga membaca Laa ilaa ha illallah. Karena ketentuan-ketentuan Allah hanya bisa berlaku bagi mereka yang ahli tauhid ahli laa illla ha illallah.Agar do’a kita dikabulkan oleh Allah Swt.
Keempat kita membaca istghfar agar diampuni Allah. Dijauhkan dari dampak Covid, dan diberi kebahagiaan, jalan dari kesulitan kita dan rizqi yang tidak diduga-duga.
Kelima kita membaca shalawat.
Keenam kita membaca istghfarnya Nabi Yunus. Agar segala kesulitan kita diberikan jalan keluar oleh Allah Swt. ( Laa illa ha illa anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin ).
Ketujuh kita membaca Tasbih. Tasbih itu jika dikaitkan dengan doa maka doanya dikabulkan oleh Allah dan jika dikaitkan dengan ibadah maka ibadahnya diterima oleh Allah Swt. (Subhanallah wala illaha illallah wallahu akbar ).
Kedelapan kita membaca Laa haula walaa quwatta illa billahil aliyyil adhim. Allah senang mendengrnya, kemudian mengabulkan apa keinginan kita dan bisa melakukannya dengan baik.
Kesembilan membaca hasbunaallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nashir. Agar Allah yang menjamin keberhasilan dari apa yang menjadi doa kita bersama-sama.
Kesepuluh kita membaca Ya Latif.
Kesebelas kita membaca dzikir Ya khafidu ya Nashir ya wakilu ya Allah.
Kedua belas kita membaca Ya haiyyu ya qaiyyum birahmatika astaghits. Allah bisa mewujudkan hasil yang dalam kalkulasi manusia diluar akal irrasional ataupun yang rasional.
Ketiga belas membaca Rabbana taqabbal minna innka anatas sami’ul ‘alim watub ‘alaina innka antat tauwaaburrahim.
Diakhiri dengan dzikir penutup Washallahuala sayyina muhammadin wala alihi washahbihi wasallam walhamdulillahi rabbil alamin.
Demikian semoga bermanfaat. (ifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here