Silaturrahim Pisah Kenal Kapolreskab dan Kapolreskot Mojokerto

0
190

Foto : Sambutan Kesan dan Pesan oleh Kapolres Mojokerto Kabupaten Mojokerto lama AKBP Feby D.P. Hutagalung, S.I,K.,M.H. dan Kapolres Kota Mojokerto lama AKBP Bogiek Sugiyarto, S.H.,S.I.K.,M.H. dalam acara silaturrahim Pisah Kenal Kapolreskab dan Kapolreskot Mojokerto. (20/6/2020).

Mojokerto (Sinar Pos) – Sabtu malam (20/6) berlangsung acara Silaturrahim Pisah Kenal dua Kapolres sekaligus yaitu Kapoleres kabupaten Mojokerto dari pejabat yang lama AKBP Feby D.P. Hutagalung, S.I.K.,M.H. kepada pejabat yang baru AKBP Dony Alexander, S.I.K.,M.H. serta dari Kapolres Kota Mojokerto yang lama AKBP Bogiek Sugiyarto, S.H.,S.I.K.,M.H. kepada pejabat yang baru AKBP Dedy Supriadi, S.I.K.,M.I.K. bertempat di Pendopo Graha Maja Tama milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Pisah Kenal yang diselenggarakan malam itu diselenggarakan secara sederhana dan tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan Covid-19 duduk para tamu undangan berjarak (physical distancing) dan semuanya menggunakan masker serta cuci tangan, sehingga terasa agak kaku atau kurang lepas.
Sejak pukul 19.00 Wib para tamu undangan berdatangan ke tempat acara, kemudian dipersilahkan santap malam dahulu di bagian belakang pendopo Graha Maja Tama dengan telah disiapkan menu makanan Sate Ayam dan Tahu Campur serta minuman air putih aqua, teh, kopi dan ronde. Sedangkan tamu VVIP bertempat di Peringgitan Rumah Dinas resmi Bupati Mojokerto.
Sekitar pukul 20.00 Wib acara dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh Drs.H.Nurrokhmad, MM dari Departemen Agama Kabupaten Mojokerto, Acara disambung dengan sambutan-sambutan dan diteruskan dengan penyampaian tali asih. Setelah penutupan dilakukan sesi foto bersama.
Sambutan perpisahan oleh dua kapolres lama diakukan bersama, kedua pejabat lama naik ke panggung dan sambutan diwakili oleh AKBP Feby Hutagalung yang berada disamping AKBP Bogiek Sugiyarto. Banyak yang disampaikan oleh pak Feby dalam sambutanya. “Kami sampaikan bahwa kami berdua saya dan pak Bogiek telah selesai melaksanakan tugas sebagai Kapolreskab Mojokerto dan pak Bogiek sebagai Kapolresta Mojokerto”, kata Feby.
“ Saya telah bertugas di Polres Kabupaten Mojokerto kurang lebih selama enam bulan dan pak Bogiek bertugas selama kurang lebih Sembilan bulan. Selanjutnya saya mendapat tugas yang baru sebagai Wadireskrimsus Polda Banten dan pak Bogiek sebagai Wadireskrimum Polda DIY”, sambung Feby yang nama lengkapnya Feby Dapot Parlindungan Hutagalung.
Disampaikan juga oleh pak Feby ucapan terima kasih kepada pak Bupati Mojokerto H.Pungkasiadi, SH dan para pejabat Forkopimda Mojokerto yang selama ini telah dapat bekerja sama dalam bekerja melaksanakan tugas masing-masing. Situasi yang guyub, rukun dan tanpa sekat terasa nyaman dan enak serta kondusif dalam bekerja.Konsep kerja pengamanan selama ini kami berdua dengan pak Bogiek adalah konsep pengamanan Mojokerto Raya tanpa adanya sekat sehingga kami selalu bersua sampai saat ini. Suka duka telah kami alami selama bekerja di Mojokerto, tetapi lebih banyak sukanya. Permohonan maaf disampaikan jika ada hal-hal yang kurang enak dihati, itu adanya hanya dari pribadi kami dan tidak ada unsur kesengajaan sama sekali.
Kemudian pak Dony dan pak Dedy maju bersama kepaggung untuk menyampaikan sambutan perkenalan.
“ Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanuwata’ala dan atas nikmat sehat serta kesempatan kita dapat berkumpul di pendopo Mojokerto yang kita lihat saat ini sangat megah sekali pada malam hari ini”, kata Dony.
Dony mengatakan :” Tadi kata MC setiap perpisahan pasti ada pertemuan. Disini ijinkanlah kami sebagai pejabat baru Kapolres Mojokerto dan senior kami Bapak Kpolres Mojokerto kota untuk bisa memperkenalkan diri agar bisa lebih dekat, lebih sayang dan lebih juga bisa bersinergi lebih baik “.
Dony mengaku sebagai lulusan AKPOL angkatan tahun 2000 yunior langsung dibawah pak Feby, pak Bogiek dan pak Dedy. Berasal dari Sulawesi Selatan, istri satu anak tiga putri semua, perjalanan jabatan sebelumnya sebagai Kapolres Malang Kota, kemudian hijrah menjadi Kapolres Pasuruan Kota. Mohon agar diterima sebagai warga Mojokerto sehingga bisa bekerja sama, bersinergi, berinteraksi secara baik dan maksimal untuk memberikan pelayang terbaik bagi masyarakat.
Apa yang telah dilakukan oleh senior bang Feby akan kami teruskan dan Insayaalah akan kami tinkatkan menjai lebih baik lagi. Khusus mengenai Covid-19 inilah saatnya kita bergandengan tangan, bersinegi, berkolaborasi memutus mata rantai Covid-19 di Mojokerto Raya.
“Pertama-tama sekilas perkenalan, pak Bupati mohon ijin kami bernama Dedy Supriadi asalnya dari Medan kemudian istri satu kebetulan orang Bandung jadi sedikit memperbaiki keturunan pak Bupati. Kalau misalnya saya menikah sama orang Medan mungkin anak-anak saya tidak ganteng-ganteng, tetapi karena menikah sama orang Bandung sehingga ada perubahan keturunan”, kata Dedy dalam sambutannya.
Dedy mengaku lulusan AKPOL tahun 1999, sebelumnya pernah dinas di Polda Jawa Barat, kemudian Polda Sumatera Urata, kembali lagi ke Polda Jawa Barat, selanjutnya sempat di Polda DIY, terus di Pola Metro Jaya, seterusnya Kapolres Sumenep selama enam bulan dan sekarang menjadi Kapolres Mojokerto Kota. Agak sedikit dihibur dengan masuk dinas di kota, kaena di Sumenep merupakan daerah kepulauan dengan 126 pulau, yang didiami sebanyak 48 pulau.
Bertekat dan berjanji untuk bekerja sama dan berkolaborasi tentunya didalam penanganan pandemi Covid-19 ini. Memang kolaborasi mudah diucapkan, akan tetapi kami bersama Kapolres Mojokerto untuk berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Mojokerto Raya.
Dalam sabutannya Bupati Mojokerto mengatakan : “Pertama-tama mari kita penjatkan puji syukur kehadhirat Allah Subhanahuwata’ala, yang mana pada malam hari ini kita tetap bersilaturrahim dalam acara mengantar tugas mas Feby dan mas pak Bogiek serta menyambut mas Dony dan mas Dedy”.
Bupati seterusnya menyampaikan bahwa memang suasananya kayak mencekam, ya dalam situasi Covid-19 ini kita harus taat kepada protocol kesehatan. Alhamdulillah sperti terlihat mala mini kita bisa memberi contoh kepada masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan harus dilaksanakan dengan tetap dalam protokol kesehatan.
“Mas Feby, mas Bogiek matur suwun sanget terima kasih kita telah bersinergi, bekerja bersama-sama dengan bentuk inovasinya yang macam-macam untuk masyarakat semua. Ini saya benar-benar terima kasih, kondisi yang damai, kondusif ini luar biasa mari tetap kita jaga bersama” sambung Bupati.
Bupati mengucapkan : “Selamat bertugas semoga selalu sukses. Atas nama pribadi dan Pemerintah kabupaten Mojokerto mohon maaf bila dalam bekerja selama ini ada hal-hal yang tidak berkenan”.
Selanjutnya Bupati mengatakan : “ Untuk saudara kami yang baru, mas Dony, mas Dedy selamat datang di Majapahit ini bumi Majapahit mudah-mudahan kita nanti tetap bersinergi menjaga kekondosifitasan, perdamaian, memang sekarang kita sedang berburu, berburu Corona dan tidak ada henti-hentinya. Semoga juga nanti krasan disini”.
“ Untuk mas Dony dan Dedy ada tambahan pekerjaan, yaitu Pilkada Serentak Tahun 2020, itu mungkin pekerjaan besar kita di tahun 2020”, pungkas Bupati.
Setelah ditutup, diteruskan dengan sesi pemberihan tali asih dan foto bersama. Hadir dalam kesempatan acara pisah kenal tersebut Kombes Indra Kepala SPN Mojokerto, para Forkopimda DanDim, Kajari, Kepala PN, Ketua DPRD, dari Kandepag, Asisten, Kepala OPD, Jarajaran pimpinan para Polres Kasat dan Kanit. (ifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here