Pembangunan Masjid Bersejarah di Desa Sanan kulon Blitar Perlu Perhatihan

0
492

Blitar, Sinar Pos

Masjid Jami’ Baitul Muttaqin yang terletak di desa Sanankulon Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ini, digadang – gadang insa Alloh akan menjadi Masjid Raya terbesar di Kecamatan Sanankulon.

Masjid ini salah satu Masjid yang bersejarah di Kabupaten Blitar. Menurut cerita masyarakat Sanan kulon, masjid ini dulunya sebagai Markas Laskar Hizbullah yang pernah berjasa ikut berjuang mengusir penjajah dalam pertempuran di kota Pahlawan Surabaya.

Ketua Takmir Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Kyai Imam Ghozali membenarkan dan mengamini bahwa masjid ini sedang dalam proses renovasi pembangunan dengan menelan dana sebesar kurang lebih Rp.5 Milyar.

“Pembangunan masjid ini model yang kita pakai bercorak nuansa masjid Nabawi. Jadi anggaran yang dibutuhkan hingga pembangunan masjid selesai diperkirakan membutuhkan dana sekitar kurang lebih Rp.5 Milyar,” tutur Kyai lulusan pondok Lirboyo ini.

Menurut penuturan Kyai, untuk pembangunan masjid yang cukup besar ini, dana yang ada sebelumnya hanya sebesar Rp.180 juta. Namun dengan tekad yang kuat dan mohon ridho-Nya pembangunan masjid alhamdulillah terus berjalan.

“Panitia pembangunan masjid dengan bermodal Bismillah niat karena Allah swt , saat itu dimulai awal bulan 2019. Masjid ini dibangun dua lantai dengan luas bangunan 600 meter persegi dan hingga kini sudah menelan biaya anggaran sebesar Rp.1,8 Milyar,” ucap kyai Imam Ghozali yang juga menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Lirboyo (Himasal) untuk wilayah Blitar.

“Karena pembangunan masjid ini membutuhkan alokasi yang tidak sedikit, maka pihak panitia pembangunan masjid berharap atas partisipasi dari berbagai pihak seperti masyarakat, kalangan pengusaha maupun para petinggi untuk mewujudkan rumah Alloh,” pungkas Kyai Imam Ghozali yang juga sebagai pengasuh jamaah Al Hikam.

Sementera itu, Sekretaris Takmir Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Hasyim Masduki menceritakan bahwa pembangunan renovasi masjid ini sudah mengalami tahap beberapa fase. Namun yang paling dikenal masjid ini dulunya pernah dipakai sebagai markas Laskar Hizbullah sehingga tempat ini mempunyai nilai sejarah.

“Tahun 1946 tempat ini sudah berdiri, namun dulu masih disebut sebagai Surau atau langgar. Tahun 1951 awal dibangun menjadi Masjid, tahun 1967 dilakukan renovasi. Kemudian tahun 1982 masih juga diadakan rehab dan tahun 2019 sekarang ini direnovasi besar – besaran dikarenakan jumlah jamaah semakin banyak, sehingga masjid ini dirancang mampu menampung tiga ratus orang,” jelasnya

“Disamping jumlah jamaah semakin berkembang, juga model masjid ini digarap seperti masjid Nabawi dan tahun 2021 diharapkan sudah selesai. Maka dari itu sampai menelan anggaran Rp.5 Milyar,” katanya.

Saat ini kegiatan rutin di masjid bersejarah tersebut, diantaranya pengajian dan Madrasah Diniyah serta PAUD. Rencana kedepannya akan menambah program pendidikan berjenjang dan program – program yang menjadikan masjid ini terus maju berkembang.

“Untuk itu kami mengharapkan perhatihan dari siapa saja yang ingin mendapatkan pahala akhirat dengan ikut membantu berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini , bisa menghubungi melalui whatshappp atau datang langsung ke Kyai Imam Ghozali 0856 5563 5945 dan Hasyim Masduki 0812 5971 9849 atau juga bisa disalurkan melalui Bank BRI An. Masjid Baitul Muttaqin No.rek 6159-0102-0915-533,” terang Sekretaris Takmir Masjid Baitul Muttaqin.(Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here