Para Wartawan Dan Ratusan Pejabat Pemkab Ponorogo Jalani Rapid Test Covid-19

0
100

“Jadi para wartawan ini saya nilai hampir sama dengan tenaga medis. Sering bertemu dan berurusan dengan orang lain yang kita ini tidak tahu apakah yang dihubungi itu sehat, atau OTG (Orang Tanpa Gejala) atau bukan,” ungkap Bupati Ipong usai pelaksanaan rapid test massal untuk para wartawan di Ponorogo, Jumat (5/6/2020).

Salah satu wartawan mengacungkan jempol dan mengajak tenaga medis yang melakuan rapid test massal untuk berfoto bersama setelah mengetahui hasilnya non-reaktif.

Dari sekitar 78 wartawan dalam daftar jurnalis dari media mitra Pemkab Ponorogo yang mengikuti uji cepat, seluruhnya menunjukkan hasil non-reaktif. Hasil ini setidaknya menggambarkan bahwa di dalam tubuh para jurnalis yang sering mewawancarai para pejabat Pemkab Ponorogo dan warga Ponorogo tidak ada virusnya.

“Saya lega, teman-teman wartawan pasti juga lega. Sebab semua hasilnya non-reaktif,” kata Bupati Ipong.

Sehari sebelumnya, Kamis (4/6/2020), ratusan pejabat di Pemkab Ponorogo dan puluhan personel BPBD Ponorogo juga sudah menjalani rapid test. Semuanya juga menunjukkan hasil non-reaktif. Rapid test masih terus digelar untuk personel Dinas Satpol PP Kabupaten Ponorogo. “Sejauh ini semuanya non-reaktif,” kata Bupati Ipong.

Para pejabat di Pemkab Ponorogo saat menjalani rapid test, Kamis (4/6/2020).

Sejak beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H sampai saat ini, Pemkab Ponorogo sudah melakukan rapid test covid-19 kepada 1.200 lebih warga Ponorogo. Mulai dari pedagang dan pembeli di Pasar Legi Relokasi dan Pasar Stasiun; pengunjung dan karyawan sebuah pusat perbelanjaan, pengunjung dan karyawan dua buah kafe, warga yang sedang berada di Jalan Suromenggolo, jemaah salah satu masjid di jalan protokol Ponorogo; karyawan Bagian Umum Pemkab Ponorogo; Bupati Ponorogo dan istri; serta para pejabat dan para jurnalis.

Untuk rapid test jelang Idul Fitri hasilnya 81 orang reaktif. Saat dilakukan uji swab, 6 orang dinyatakan positif covid-19. Namun, kata Bupati Ipong, pada swab kedua atas keenam orang tersebut hasilnya negatif. Meski begitu, keenamnya belum bisa disebut sembuh sebab ada syarat kesembuhan covid-19. Yaitu hasil uji swab-nya negatif dua kali berturut-turut dan tidak ada tanda-tanda infeksi di paru-paru yang dilihat dari hasil foto rontgen.

Pengambilan darah salah satu wartawan saat melaksanakan rapid test, Jumat (5/6/2020).

“Dari hasil penelusuran, empat orang dari mereka tidak pernah pergi ke luar kota, tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang mungkin pernah ke luar kota, tapi mereka positif. Lalu di tes berikutnya langsung negatif. Maka semoga di tes berikutnya, mereka negatif lagi sehingga bisa dikatakan sudah sembuh,” pungkas Bupati Ipong.

Lilik Abdi Kusuma, salah satu jurnalis media online mengaku lega dengan hasil rapid test ini. Sebab itu menandakan dirinya tidak terpapar virus meski sering berada di zona merah. (kominfo/Irwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here