BIN Dan Pemkot Gelar Rapid Test Massal

0
259
SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Berupaya mengidentifikasi warga masyarakat Surabaya yang terinfeksi Virus Corona (Covid-19), Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Pemkot Surabaya mengadakan rapid test secara massal di kawasan parkiran Bus Pariwisata Religi Sunan Ampel, Jalan Pegirian, Jum’at (05/06/2020).
Kegiatan ini diawali dengan menyasar warga masyarakat Kec. Semampir dan sekitarnya yang memiliki risiko tinggi terpapar Corona (Covid-19).
Rapid test massal juga dihadiri Muspika Kec. Semampir dan ditujukkan untuk masyarakat umum yang belum terfasilitasi pada tahap-tahap sebelumnya. Untuk sementara itu sebanyak 602 warga masyarakat mengikuti tahap rapid test massal dan sementara juga yang reaktif sebanyak 61 orang.
Kepala Badan Intelijen Daerah Jatim, Brigjen TNI, Syafie K, S.H., menyampaikan, rapid test massal dilaksanakan sudah yang ke 13 kalinya di kota Surabaya dari 8 hari ini dalam rangka meningkatkan cakupan terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar Covid-19. Meski tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat Surabaya, tetapi Syafi’i, menjelaskan, pihaknya melakukan rapid test secara bertahap untuk meningkatkan cakupan.
“Tentu kita tidak bisa semua masyarakat, tapi kita bisa melakukan rapid test dalam beberapa tahapan,” kata Syafi’i, dilansir sinarpos.co.id di kawasan parkiran Religi Sunan Ampel, Jum’at (05/06/2020) Siang.
Seperti yang saat ini dilakuakan di kawasan parkiran Religi Sunan Ampel dengan menyasar warga masyarakat yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Tahap ke-13 dalam 8 hari ini, jumlah sementara rapid test yang diikuti oleh warga masyarakat di sektor pelayanan Covid-19, seperti anggota BPBD, anggota PMI, dan wartawan.
Sementara, tahap ke-13 ditujukan kepada masyarakat yang berisiko terpapar Covid-19, tetapi belum terfasilitasi pada tahap ke-12 rapid test sebelumnya. Agus menjelaskan, masyarakat secara umum dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti rapid test.
Namun, tidak semuanya dapat terfasilitasi karena akan dipilih sesuai dengan syarat dan kondisi pendaftar. Sebelumnya, masyarakat yang mengikuti rapid test massal.
Syafi’i menyebutkan, sementara, jumlah masyarakat yang terdaftar sementara yakni sebanyak 602 orang, dan 61 orang yang dinyatakan reaktif.
“Alhamdulillah kami berterima kasih kepada warga masyarakat yang sudah sadar dan punya atensi cukup bagus,” pungkasnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here