Hoak Di Medsos Terkait Covid-19  , Ketua KAI Rachmad Ardianto Terima Aduan Warga Beringin

0
554
KEDIRI, SINARPOS.CO.ID Ketua Konggres Advokad Indonesia (KAI) Kabupaten dan Kota Kediri Rachmad Ardianto, S.H., peduli pada penanganan terkait wabah Corona (Covid-19), dalam hal ini telah didatangi oleh warga desa. Dadang (31) warga Dusun Bunut, Desa Beringin, Kecamatan Badas mengadukan permasalahan yang dialami keluarga akibat adanya pemberitaan hoak, diduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Ringan pada hari Rabu siang, (27/05).
Munculnya permasalahan ini bermula dari pihak perangkat desa setempat yang mendatangi rumah Dadang, memerintahkan agar keluarganya mengisolasi diri karena ada informasi dan berita yang beredar melalui group WhatsApp bahwa anaknya merupakan warga dalam kondisi PDP ringan.
Dadang ini merupakan seorang warga desa yang bekerja di Gudang, ketika anaknya yang masih balita AS (3) menderita gatal-gatal dan panas, kemudian ia membawa anaknya untuk menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) HVA Tulungrejo, Pare.
Setelah 1 hari rawat inap di rumah sakit, ia dan keluarga besarnya didatangi oleh pihak oknum perangkat desa setempat, mereka melarang Dadang dan orang tuanya untuk beraktivitas/bekerja dan berjualan untuk mencari nafkah/ekonomi yang semakin sulit dalam menghidupi keluarga ditengah Pandemi Covid-19.
Rachmad Ardianto, S.H., mendatangi pihak Manajemen RS HVA TULUNGREJO, untuk mendapatkan klarifikasi terkait adanya pemberitaan yang telah beredar luas di media sosial (medsos) tentang adanya pasien yang menjalani rawat inap.
Ketika menemui diruang kerjanya Kamis siang, (28/05) Humas RS HVA Tulungrejo, Joko Setiawan membenarkan bahwa pasien balita AS (3) menjalani rawat inap, ia mengatakan, fihaknya dari Humas/Divisi Marketing tidak berhak memberikan informasi apapun terkait kondisi pasien,
“Proseduralnya kami hanya boleh melaporkan perkembangan pasien ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri”, ungkapnya.
Namun ia berjanji agar segera memberikan keterangan kondisi pasienya pada pihak keluarga.
Sementara Kepala Desa Beringin Iwan Faisol, saat ditemui, terkait adanya pemberitaan dimedsos dan perlakuan pada warga desanya yang diduga PDP ringan ia mengakui dan mengatakan, bahwa atas nama warga diriñya minta maaf atas pemberitaan yang telah beredar, kami akan evaluasi diri dan lebih berhati-hati dalam bersikap ketika penanganan Covid-19.
“Saya sudah menerima surat keterangan dari pihak keluarga Dadang yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, bahwa isinya menerangkan pasien tersebut hanya menjalani rawat inap, AS sesuai hasil tes adalah Non Reaktif atau Negatif”, demikian pungkasnya.
Mengambil hikmah dari kejadian ini, Rachmad berpesan pada seluruh warga masyarakat, apalagi dalam penanganan terkait Covid-19 ini, ia mengatakan,”Saat ini sangat diperlukan sikap bijak ketika bermedsos, harus dipikirkan tentang berbagai dampak yang mungkin ditimbulkannya.
Kasus berita Hoak diduga pasien Covid-19 ini segera bisa ditangani, kalau tidak sanksi sosial, sanksi ekonomi dan psikis sudah melekat pada pasien, keluarga besarnya, bahkan lingkungan masyarakat dimana ia tinggal,” ungkapnya.
Masih menurut Rachmad, situasi saat ini masyarakat sangat sensitive didalam menerima pemberitaan karena bisa menjadi bumerang bagi dirinya dan ketika segala yang terkait tentang informasi dan transaksi elektronik sudah diatur didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Ketika penanganan Covid-19 ini, ikuti protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah, jaga jarak fisik dan sosial, jaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sering cuci tangan dan pakai masker, jaga imunitas tubuh, dan jangan lupa berdoa agar selamat, terhindar dari wabah ini,” demikian terangnya (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here