Masuki Hari ke-7 PSBB Tahap Dua, Pemprov Jatim Gelontorkan Rp. 161,6 M Untuk Surabaya Raya

0
44
Surabaya Sinar Pos – Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Surabaya Raya tahap dua, Pemprov Jatim telah menggelontorkan dana sejumlah Rp 161.659.453.600 ke tiga wilayah yaitu Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan persnya menyebutkan jika total Rp 161,6 M itu dialokasikan untuk keperluan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga kesehatan, Bantuan Sembako, Dapur Umum, Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Suplemen BPNT dan Bantuan Sosial (Bansos).
“Jadi total distribusi ke wilayah Surabaya Raya sampai hari ini menjadi Rp 161,6 M,” ungkap Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim pada konferensi pers yang digelar di Gedung Negara Grahadi pada Minggu (17/5) malam.
Secara rinci, Gubernur Khofifah menjabarkan bahwa dana tersebut diantaranya terdistribusikan ke dalam 51.100 paket APD bagi tenaga kesehatan (nakes) atau setara dengan Rp 31.961.687.500. Selain itu, sebanyak Rp 1.354.004.100 untuk keperluan operasional Dapur Umum dan pembagian 13.329 paket sembako (senilai Rp 178.000) ke masyarakat atau setara Rp 2.373.562.000 .
“Jika ditotal kira-kira sudah Rp 31,9 M yang sudah kita support untuk APD Surabaya Raya. Sedangkan untuk bantuan paket Sembako kalau ditotal, angkanya bisa mencapai Rp 2,37 M,” tuturnya.
Selain itu, Bantuan Pemprov Jatim lainnya berupa Bantuan Pemberdayaan PKL yang hingga hari ini (17/5) telah mencapai 18.500 bungkus atau setara dengan Rp 227.500.000. Dari 18.500 bungkus tersebut, 15.000 bungkus telah didistribusikan khusus di wilayah Surabaya.
Sedangkan untuk Bantuan Sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19, Khopipah juga menyampaikan telah menyalurkan bantuan yang terbagi ke dalam Suplemen BPNT berbasis Kelurahann dengan total mencapai Rp 38.693.700.000 atau setara 128.979 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dan Jaringan Pengaman Sosial sebesar Rp 87.000.000.000 atau setara Rp 145.000 KPM. Untuk Bansos anggaran langsung di transfer ke rekening kabupaten/ kota. Sementara suplemen BPNT dana langsung dikirim ke rekening KPM melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA).
“Penerima Suplemen BPNT ini diberikan Top Up seratus ribu kali 3 bulan. Dengan total seluruh Jatim ada 333.022 KPM, untuk kota Surabaya 118.758 KPM, sekitar 30 persen dari total provinsi karena seluruh wilayahnya Kelurahan,” tutur Gubernur Khofifah.
Dari total Rp 161,6 M tersebut, Surabaya mendapat kucuran dana terbesar mencapai Rp 89.875.967.250. Kemudian disusul oleh Sidoarjo sebesar Rp 46.935.125.500 dan Gresik dengan total kucuran dana mencapai Rp 23.797.958.000.
Sementara itu, perkembangan tentang Covid-19 di Jawa Timur per hari Minggu (17/5), mengalami peningkatan sebanyak 62 orang. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Jawa Timur telah mencapai angka 2.150 orang dengan 1.593 diantaranya masih dalam perawatan. Penambahan angka positif Covid-19 tersebut diantaranya adalah sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal KM AWU milik PT. PELNI yang tengah berada di wilayah perairan Jawa Timur.
Angka kesembuhan juga terus meningkat di Jatim. Per Minggu (17/5) jumlah pasien sembuh bertambah 25 orang, sehingga total mencapai 337 orang atau setara dengan 15,67%. Sementara pasien meninggal bertambah 15 orang, sehingga total 211 kasus kematian terjadi di Jawa Timur atau setara dengan 9,81%. Sedangkan untuk jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 4.943 orang. Dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 22.734 orang. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here