Bukan Gelar Akademik, Kesaksian Ahli Bahasa Penulisan Supadi SE Merupakan Singkatan Nama

0
426
KEDIRI, SINARPOS.CO.ID Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kali ini kembali menggelar sidang lanjutan Kepala Desa Tarokan Supadi. Sidang ini merupakan yang kesembilan, dengan agenda menghadirkan Saksi Ahli Bahasa, Analisis Wacana dan Forensik, Andik Yulianto, S.S., M.Si. dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA pada Rabu siang, (13/05).
Dalam keteranganya pada Majelis Hakim, Andik Yulianto mengatakan bahwa, “Penulisan Supadi, SE tanpa titik ditengah huruf S dan huruf E adalah tidak dapat langsung diartikan sebagai sebuah gelar akademik, melainkan hanya menyerupai sebuah gelar dan juga bisa berarti singkatan sebuah nama”, terangnya.
Apalagi setelah ditunjukkan sebuah dokumen oleh Penasehat Hukum Terdakwa Prayogo laksono, S.H., M.H., C.L.I., CLA., CTL, CRA. dan Erick Andikha Permana, S.H. yaitu Surat Penetapan dari Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tentang Penambahan Nama “Supadi Subiari Erlangga”. saksi Ahli Bahasa semakin mempertegas keteranganya bahwa SE dibelakang nama Supadi adalah bukan sebuah Gelar Akademik.
Ketika saksi Ahli ditanya oleh majelis hakim yang diketuai Guntur Pambudi wijaya, S.H. dengan Hakim Anggota Fahmi Hari Nuhroho, S.H. dan Melinda Nawang Wulan, S.H. maupun ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tommy Marwanto,S.H. dan Iskandar, S.H. tetap pada keterangan bahwa, “Penulisan Supadi, SE. adalah hanya menyerupai gelar karena menurut Pedoman Umum penulisan Bahasa Indonesia yang benar, untuk penulisan gelar yang benar seharusnya adalah Supadi, S.E. harus ada titik diantara huruf S dan huruf E”, terangnya.
Sebelum menutup sidang, Hakim Ketua menanyakan pada Supadi, melalui saluran video konferensi (vidkon) Supadi ketika dimintai tanggapannya tentang keterangan saksi ahli bahasa ia mengatakan, “Mengerti dan sangat jelas,” ungkapnya.
Kembali Penasehat Hukum terdakwa Prayogo Laksono, S.H., M.H., CLI.,CLA., CTL., CRA. dan Eryk Andika Permana, S.H. Sosok pengacara muda yang berkantor di “PRY LAW OFFICE” ADVOKAT, KONSULTAN HUKUM, LIKUIDATOR, LEGAL AUDITOR, PENGACARA PAJAK, KURATOR DAN PENGURUS yang dikonfirmasi oleh puluhan jurnalis menyatakan, “Seperti fakta dipersidangan tadi, bahwa dari keterangan para ahli yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, semua terdapat keraguan tentang penulisan gelar dan hanya meyerupai gelar saja tegas Prayogo Laksono, jadi kesimpulanya hasil sidang hari ini kita masih mematahkan dari alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Terkait penulisan gelar maupun penulisan di KK maupun di KTP, semuanya tidak sesuai dengan Pedoman Umum Penulisan Bahasa Indonesia yang benar,” Pungkas Prayogo.
Prayoga dan Eryk Andhika sangat cerdas, lihai dan cerdik dalam menanggapi dan mematahkan setiap saksi-saksi dan bukti-bukti yang dihadirkan/dijadikan alat bukti oleh JPU selama ini, bahkan dengan kesaksian dari pihak Supadi baik dari Saksi Ahli Kenotarisan, saksi ahli hukum pidana, dan saksi ahli bahasa kali ini, maka semakin menegaskan penulisan Supadi, SE itu bukan tindakan pidana dan juga bukan merupakan gelar akademik. Selanjutnya hakim ketua kembali menyatakan, untuk jadwal sidang akan kembali digelar pekan depan (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here