Simpan Sabu 100 Kg, Warga Surabaya Tewas Tertembus Timah Panas Polisi

0
590
SURABAYA, RABU (13/05/2020) SINARPOS.CO.ID – Perjalanan IHS (30), warga Surabaya sebagai bandar narkoba berakhir sudah ditangan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Ia langsung terkapar setelah timah panas Polisi menembus dadanya. Bandar narkoba itu tewas saat akan menyerang petugas menggunakan senjata api rakitan (senpi).
Tersangka IHS disergap Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat keluar dari sebuah apartemen di Surabaya pada Selasa (12/5/2020) dinihari. Dia tewas dalam perjalanan saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara setelah tertembak.
Penyergapan gembong narkoba ini dipimpin Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian dan anggotanya. Waktu penggeledahan di kamar Apartemen IHS, Polisi berhasil temukan 100 kilogram narkoba jenis sabu dan 4000 butir pil happy five. Banyaknya temuan barang bukti sabu dalam satu kasus ini, menjadi rekor baru di Polrestabes Surabaya bahkan di Polda Jatim dan jajaran lainnya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr M Fadil Imran didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andika serta Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian dan anggotanya itu langsung diapresiasi atas prestasi Satresnarkoba Polrestabes oleh Kapolda Jatim yang memimpin langsung press release kasus Narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (12/5/2020).
“100 kilogram ini merupakan angka pengungkapan yang fantastis untuk Polda Jawa Timur sampai dengan hari ini. Perlu rekan-rekan semua ketahui bahwa kehadiran saya selaku kapolda, pertama untuk mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh Tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang sudah mengungkap jaringan ini,” ungkap Irjen Pol Fadil Imran.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr M Fadil Imran mengatakan, sesuai dengan arahannya kepada seluruh jajaran bahwa di masa pandemi Covid-19 ini, harus terus melakukan upaya penegakan hukum khususnya pada kejahatan-kejahatan yang mendapat perhatian luas dari publik.
“Seperti narkotika, kejahatan jalanan yang lain seperti curat, curas dan curanmor serta kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan Covid-19 yaitu penimbunan alat kesehatan mulai dari masker, obat, vitamin dan sejenisnya serta penimbunan sembako,” tuturnya.
“Ini membuktikan bahwa kami tidak akan tidur. Saya ingatkan kepada para pelaku tindak pidana yang ada di Jawa Timur. Bahwa anggota Polda Jatim tidak akan tidur. Kami akan terus mengungkap, kami akan terus menindak, kami akan terus mengejar siapa saja pelaku kejahatan yang mencoba-coba untuk melakukan tindak pidana yang menjadi perhatian luas oleh publik,” tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr M Fadil Imran.
Fadil juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Walaupun sudah akan meninggalkan Kota Surabaya, semangat Sandi untuk Jogo Suroboyo dan Jawa Timur tetap berkobar.
“Saya kira itu ya Pak Sandi. Dan apresiasi saya untuk Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian dengan tim, salam untuk seluruh anggota mudah-mudahan semangat ini terus dipertahankan dan dapat ditiru serta dicontoh oleh jajaran Polda Jatim lainnya,” tuturnya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr M Fadil Imran menjelaskan, dari pengungkapan itu ada satu tersangka yang diberi tindakan tegas terukur karena mencoba melawan anggota.
“Anggota juga mengamankan senjata rakitan jenis revolver dari tersangka. Dugaan mereka ini jaringan Lapas Medaeng,” kata Fadil.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo menyebut bahwa penyergapan terhadap IHS ini bermula dari pengungkapan jaringan awal. Di mana Unit I menangkap tersangka Achmad Uwais alias Badrun, warga Jalan Ngagel Mulyo XV, Surabaya. Kemudian dikembangkan menangkap temannya bernama Wahyu Rosyid alias Ipek (23), warga Ngagel Rejo Utara, Surabaya.
“Kedua tersangka awal ini mendapat sabu dari tersangka IHS. Waktu itu Satresnarkoba Polrestabes berhasil menyita 125 gram sabu dari keduanya,” ungkap Trunoyudo.
Kemudian penangkapan dilakukan kembali terhadap Andrianto (37), warga Jalan Bibis Karah, Wonokromo, Surabaya. Dari tersangka Andrianto disita satu gram sabu. Hasil interogasi diketahui sabu itu didapat dari tersangka Yuli Kurniawan (46), warga Jalan Dusun Peterongan, Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo, ditangkap dengan barang bukti 26 gram sabu.
“Tersangka Yuli ini mengaku mendapat barang dari IHS. Saat itu juga anggota langsung melakukan penyelidikan pada apartemen tempat tinggal IHS. Sabu dan pil happy five itu disimpan dalam tas besar,” jelasnya.
Trunoyudo menambahkan, setelah menyergap IHS saat hendak meninggalkan apartemen, Tim Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dan Satreskrim Polrestabes Surabaya menggeledah kamar Apartemen IHS di Surabaya Timur.
“Dalam penggeledahan itu ditemukan 90 kilogram sabu dan 4000 butir pil happy five,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian mengatakan, setelah menggeledah kamar apartemen milik IHS, Ia dan timnya menuju rumah kontrakan IHS di Jalan Kartini, Surabaya. Saat digeledah kembali ditemukan 10 kilogram sabu.
“tersangka IHS selama bertransaksi dengan semua jaringannya menggunakan kode kue. Dia mendapat sabu dan narkoba jenis lain secara ranjau dari Slipi, Jakarta. Jadi dari tersangka IHS, kami sita 100 kilogram sabu. Dan jika ditotal dengan jaringannya yang kami tangkap sebelumnya itu, total kami sita 100,200 kilogram sabu,” pungkas Memo. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here