Silaturahmi Politik, Bersama Imam Fachrudin Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kediri

2
1166
KEDIRI, SINARPOS.CO.ID Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi/ lembaga keagamaan yang terstruktur dari tingkat pusat, wilayah sampai cabang, untuk setingkat cabangnya adalah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), saat ini di Kabupaten Kediri dalam waktu dekat akan segera digelar pilihan kepala daerah (pilkada).
Dalam hal ini PCNU Kabupaten Kediri telah membentuk Tim 9 (sembilan) yang bertugas untuk bersinggungan dengan politik dalam rangka mencari kader terbaiknya. Tim 9 ini bertugas untuk menilai bakal calon (balon) yang akan maju di Pilkada Kabupaten Kediri 2020.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kediri Imam Fachrudin, yang terpilih sebagai Ketua Tim 9 dalam kesempatan ini ia mengatakan, “Sudah ada beberapa bakal calon yang berdiskusi dengan Tim 9, namun kami baik Tim 9 dan PCNU belum memfinalisasi para calon tersebut,” terangnya.
Masih menurut Gus Imam, “Kami di Tim 9 ini memang murni dari NU untuk bersinggungan langsung dengan Pilkada, untuk mencari calon yang benar-benar sesuai dengan kwalifikasi yang ditetapkan oleh tim 9 yaitu; 1) Integritas. 2) Elektabilitas. 3) Akseptabilitas. 4) Populasritas 5) Membangun komitmen yang utuh pada PCNU, serta responsible agar tidak seperti yang sebelumnya,” jelas Gus Imam ketika dikonfirmasi oleh Tim media dalam tajuk silaturahmi politik di kediamannya.
Sementara itu, pihak PCNU Kabupaten Kediri mengklarifikasi isu yang menyatakan jika PCNU telah mendukung salah satu kadernya yang mendaftarkan diri untuk ikut kontestasi pilkada 2020. Hal ini diklarifikasi oleh Imam, menurutnya bahwa, “Isu yang seolah PCNU telah mendukung salah satu calon tidak berdasar, Itu tidak benar, dari PCNU Kabupaten Kediri belum ada rekom sama sekali,” ungkapnya.
Jadi pada prinsipnya belum ada keputusan dari PCNU untuk memberikan dukungan pada salah satu calon tersebut. Sehingga, salah besar apabila ada opini yang berkembang PCNU Kabupaten Kediri telah mendukung salah satu bakal calon Bupati Kediri.
Imam kembali menegaskan, “Kami memang sudah pernah menerima surat ajuan untuk melaksanakan audiensi dengan 5 (lima) calon yang kebetulan warga NU , tetapi baru sebatas audiensi atau bolehlah di katakan silaturahim saja. Bahasa kita pamit sekaligus menyampaikan visi – misi dan paparan tentang konsep kepemimpinan kepala daerah di kabupaten Kediri ,” tuturnya.
Disinggung terkait opini yang berkembang bahwa pasangan Dito dan Dewi telah mendapat rekomendasi NU, itu sangat tidak benar .. mereka berdua baik Dito maupun Dewi belum pernah AUDENSI atau secara resmi pamit ke PC NU,” terangnya.
Diketahui sampai saat ini yang sudah pernah mengirim surat AUDENSI datang ke kantor PCNU Kediri adalah, Dokter Sukma, Maskuri, Mujahid, KHR, dan Saefudin.
Sementara Dewi Maria Ulfa serta Dhito yang ramai diberitakan di medsos belum pernah datang ke PC NU. Kami selama ini tidak pernah mengundang calon .. tapi selama ini calon tersebut mengirim surat ke Tim 9 baru kemudian kita tindak lanjuti. Untuk selanjutnya kita laksanakan AUDENSI,” ungkapnya.
Masih menurut Imam bahwa, “Mereka berdua belum pernah datang, lantas bagaimana kita bisa tahu apakah mereka itu masuk dalam kriteria yang sudah ditetapkan oleh tim 9 atau tidak, kita tidak bakal tau kalau tidak menyampaikan visi- misinya sebagaimana calon sebelumnya ..
Bagaimna kita tau isi pikirannya, kalau tidak ketemu.. Kami tidak mau NU organisasi besar hanya “digawe tambel butuh”, Kami tidak mau seperti masa sebelumnya, selama 20 tahun, nama besar NJ di Kediri dijadikan etalase pelengkap penderita .. Sesungguhnya NU itu adalah Andil holder pemegang saham Bangsa Indonesia menurut Mbah Wahap, sebagai pendiri NU .. tanpa ada NU tidak ada Republik ini, begitu juga di Kabupaten Kediri. Membawa nama NU tapi tidak menggunakan etika yang baik dengan NU.. mulailah tujuan yang baik dengan proses yang baik pula.. dengan demikian akan mudah untuk mencapai tujuan tersebut .. jangan hanya gembar gembor, ganti dinasti ternyata hanya ingin menciptakan dan melanjutkan dinasti baru, itu namanya lipservis” ungkapnya.
Untuk sekedar diketahui, Badan otonom NU adaalah, GP Anshor, Muslimat, Fatayat, LKNU, Lppnu, dan lain-lain. Adapun mengenai Fatayat NU, Gus Imam berpesan, “Agar dijalin komunikasi yang baik di internal Fatayat NU yang sesuai mekanisme organisasi AD/ART, sekali lagi, selama ini PCNU belum menjatuhkan pilihan kepada siapapun,” ungkapnya
Pada kesempatan ini Imam kembali nitip pesan untuk masyarakat pada media, dengan pesan,”Mari kita ikuti dan patuhi aturan dari pemerintah, untuk antisipasi Covid-19, dengan tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), jaga jarak sosial (sosial distancing) serta tetap berdo’a pada Tuhan YME, agar selamat dari wabah corona”, pungkasnya (Leh/yok).

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here