Kapolres Tanjung Perak, Sebut Penutupan Jembatan Suramadu Adalah Hoax

0
995
SURABAYA, SELASA (05/05/2020) SINARPOS.CO.ID – Terkait penutupan Jembatan Suramadu yang ada di media sosial sejenis Facebook maupun Instagram ternyata Hoaks, hal ini dikatakan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H.
“Kami tidak melakukan penutupan akses Jembatan Suramadu, kami hanya melakukan penjagaan dan pemeriksaan kendaraan bermotor selama 24 Jam,” ungkap Ganis.
“Dan apa bila masyarakat yang tidak ada berkepentingan pergi ke Surabaya, kami akan suruh putar balik, Kegiatan ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta apa bila Jembatan Suramadu ditutup, itu Hoaks alias bohong,” sambungnya.
Ahasil banyak masyarakat yang mempercayai akan beredarnya informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid tersebut. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak Kepolisian setempat menyatakan bahwa tidak benar alias hoaks jika Jembatan Suramadu ditutup.

Penuturan Kapolres Tanjung Perak AKBP. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., bahwa Jembatan Suramadu tetap dibuka. Seperti halnya yang diketahui bahwa Jembatan Suramadu merupakan akses utama penghubung antara pulau Jawa dan Madura selain Pelabuhan Ujung – Kamal.

“Sekali lagi saya ucapkan penutupan Jembatan Suramadu itu berita Hoaks, jadi kalau masuk ke Surabaya harus ada kepentingan yang jelas. Kami juga beri pengecualian misalnya kendaraan yang mengangkut logistik atau kebutuhan bahan pokok, bahan bakar maupun obat-obatan yang sesuai peraturan Gubernur dan Perwali boleh lewat,” tutur Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Ganis Setyaningrum.
Senada dengan pernyataan yang juga dilontarkan oleh Kapolsek Kenjeran, Kompol Esti Setija Oetami, S.H,. Melansir dari media sinarpos.co.id dijelaskan bahwa informasi tersebut tidak benar adanya. Kompol Esti Setija Oetami, S.H,. bahwa hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi seperti halnya yang tercantum dalam media sosial yang beredar tersebut.
“Tidak benar itu mas jika Suramadu ditutup, belum ada informasi masuk pada kami perihal penutupan Jembatan Suramadu, mungkin masyarakat salah mengartikan saja, kami hanya memeriksa pengendara terkait penerapan PSBB untuk membatasi mobilitas yang ada di Surabaya,” tandasnya.
Esti juga menambahkan, kegiatan ini juga di jaga selama 24 Jam, dengan cara saling bergantian antar anggota untuk memperketat pembatasan mobilitas yang masuk ke Surabaya.
“Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan di jam yang tertentu antara pukul 21.00 Wib s/d 04.00 Wib, dan kalau tidak ada kepentingan yang tertentu maka kami akan suruh putar balik,” pungkas Esti. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here