Dampak Covid-19, Peternak Ikan Di Kab.Kediri Merugi

0
52
KEDIRI, SINAR POS – Dampak Covid-19 menyasar berbagai sendi perekonomian negeri inj, tak terkecuali para perternak ikan di Kabupaten Kediri, terutama para peternak ikan patin dan gurami, harga ikan turun drastis sehingga biaya beternak tidak sebanding dengan penjualan.
Harga ikan patin sebelum wabah adalah Rp 16-17 ribu per kg, kini, tinggal Rp 13 ribu/kg. Kemudian, harga ikan gurami sebelum pandemi bisa mencapai Rp 32 ribu/kg, kini setelah adanya pandemi Covid-19, menjadi Rp 21 ribu/kg.
Ketua Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Lestari Abadi Desa Setonorejo, Kecamatan Kras, Santoso, mengatakan turunnya harga tersebut karena pengiriman ikan terhambat oleh pembatasan-pembatasan jalan masuk ke kota-kota tujuan (PSBB, Red) akibat Covid-19.
“Kami menjual ikan hasil panen kepada tengkulak, lha tengkulak ini biasanya menjual ikan ke pasar dan rumah makan di kota seperti Surabaya,” kata Santoso, Minggu (3/5/2020).
“Karena banyak rumah makan yang tutup dan akses jalan yang juga tertutup, akhirnya para tengkulak menjualnya ke pasar lokal Kediri saja. Makanya harga ikan jadi turun,” tambah Santoso.
Dia menambahkan, benih ikan patin yang diternaknya ini adalah bantuan hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kediri tahun 2019. Selain bantuan benih ikan, Santoso dan kelompoknya juga mendapat bantuan pakan dan obat.
“Sejak ditabur sampai panen butuh waktu 7 bulan, untuk satu kolam biasanya bisa mencapai 2 ton. Kelompok kami mendapat bantuan hibah sejak tahun 2013 lalu,” terang Santoso.
Kelompoknya pernah mewakili Kabupaten Kediri dalam Lomba Kinerja Kelompok dan Kelembagaan Bidang Perikanan Budi Daya Tingkat Jatim 2015. Dan, masuk dalam kategori Kelompok Pembudidaya Nila, Emas, dan Gurami yang pada saat itu mendapat peringkat Harapan 1 Tingkat Jawa Timur.(AD/KM/LH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here