Akibat Virus Corona Buruh Banyak Yang Di Rumahkan

0
122

Foto : Pintu Gerbang Utama Kawasan Industri Ngoro Industrial Park (NIP) Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, tempat ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur bekerja di sekitar 80 perusahaan yang berada didalamnya.(28/4/2020).

Mojokerto (Sinar Pos) – Ngoro merupakan salah satu kecamatan dari 18 kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Mojokerto. Ngoro merupakan kecamatan yang paling Timur berbatasan dengan kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.
Ngoro sendiri terkenal sebagai kecamatan merupakan kawasan industri. Banyak perusahaan-perusahaan yang berdomisili di kecamatan Ngoro. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar dibeberapa desa. Sebut saja di desa Watesnegoro, Manduro, Wonosari, Ngoro, Lolawang, Wottanmas Jedong, Kembangsri, Jasem dll. Dibilang ada sekitar 150 perusahaan.
Diperkirakan 80 perusahaan terkumpul di suatu kawasan industri yang disebut sebagai Ngoro Industrial Park (NIP). Kawasan ini sangat luas ratusan hektar berada di wilayah empat desa yaitu Jedong, Ngoro, Sedati dan Lolawang. Ribuan buruh bekerja di dalamnya, baik buruh lokal maupun buruh-buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur,
Ancaman Covid-19 tidak sekedar kepada kesehatan manusia atau nyawa manusia, akan tetapi juga kepada ekonomi buruh rupanya telah menjadi kenyataan. Virus Corona telah menyakiti ekonomi para buruh atau pekerja. Telah membuat ekonomi para pekerja terganggu, sulit dan mati.

Penyebabnya adalah oleh karena adanya wabah pandemi Covid-19 banyak pekerja yang dirumahkan dengan mendapa gaji atau honor kurang dari biasanya dan bahkan ada yang tidak mendapat gaji sama sekali. Ada pula yang di PHK. Tentu pendapatan buruh terdampak menjadi kecil atau hilang sama sekali yang membuat ekonominya sulit, terganggu atau mati.
Sebagai contoh, dari sumber yang enggan disebut namanya mengimformasikan bahwa sebuah perusahaan CBN yang memproduksi keramik. Dari sekitar 300 karyawan telah dirumahkan sejak pertengahan April 2020 sampai dengan awal Juni 2020 sebanyak sekitar 275 orang. Yang karyawan tetap digaji 70 % dan yang kontrak ikut Outsourcing digaji 30 %.

Karena pandemi Covid-19 permintaan sepi. Biasanya perusahaan kirim hasil produksi 60.000 m2 perhari sejak adanya pandemi tersebut turun menjadi hanya sekitar 15.000 m2 perhari. Akibatnya produk menumpuk baik digudang perusahaan maupun di supplier. Produksi kemudian dihentikan dengan merumahkan karyawan.
Diperusahaan HPM dengan jumlah karyawan sekitar 2000 orang diputus kontraknya sebanyak sekitar 600 orang karyawan. Adapun di perusahaan JF dari sekitar 800 karyawan ada sekitar 550 karyawan dirumahkan tanpa gaji, dan sekitar 200 orang karyawan diPHK.
Ketika kondisi tersebut dikomfirmasi ke Disnaker Pemkab Mojokerto Jalan Pemuda No.55 A, Seduri, Mojosari, Kec. Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur 61382 Telepon: (0321) 592192 (28/4/2020). Kadisnaker Drs.Nugraha Budhi Sulistya, M.Si mengatakan : “ Kepada para karyawan yang di PHK atau dirumahkan pemerintah telah menyiapkan program Bansos dan Kartu Prakerja untuk meringankan bebannya”.

“ Sebenarnya masih bersyukur bahwa terhadap karyawan yang dirumahkan dibayar perusahaan 70 % atau 40 persen saja. Sebab berdasar UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 93 ayat 1 berlaku Not paid not work ( tidak dibayar jika tidak bekerja ). Tetapi karena kemanusiaan mereka tetap dibayar walau dirumahkan, sesuai dengan kesepakatan” sambung Nugraha.
“ Bagi karyawan yang diPHK seharusnya bisa mendapat pesangon jika masa kerjanya lebih dari setahun. Jika masa kerja kurang dari setahun bisa mendapatkan uang pengganti kerja”, pungkas Nugraha. (ifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here