Antrian Pembeli Gas LPG Bersubsidi Kembali Terjadi, 1 Orang Hanya Boleh Max 2 Tabung

0
430
BABAR, SINAR POS – Dengan langkanya gas elpiji 3 kg membuat semua masyarakat kembali mengeluh dan banyak yang tidak mendapatkan gas elpiji 3 kg di pangkalan dikarenakan telah habis
“Namun Sangat disayangkan ada beberapa kendaraan sepeda motor roda 2, medapat 4 tabung perorang, sedang kan mobil Kijang minibus warna biru(BN 1862 RN) ini mendapat kan 6 tabung, mayoritas yang mendapatkan tabung gas elpiji banyak adalah pedagang-pedagang rumah makan yang ada di kecamatan parittiga dan juga penjual eceran.
“Sementara ibu rumah tangga lainnya banyak yang tidak mendapatkan gas elpiji 3 kg di pangkalan dikarenakan telah habis, kalaupun hari sudah sore tabung masih tersisa banyak di dalam gudang untuk selanjutnya tidak dibuka lagi begitu para ibu-ibu menanyakan Masih adakah tabung gas 3 kg pada pemilik pangkalan, pemilik pangkalan mengatakan telah habis entah kapan dia menjual sisa tabung yang masih ada di dalam gudangnya, kata ibu-ibu yang pernah mempertanyakan keesokan harinya namun mereka enggan memberitahukan namanya kepada awak media.
Seperti yang terjadi pada hari Sabtu 25 April 2020 banyak ibu-ibu warga lalu-lalang mencari tabung gas elpiji 3 kg, beruntung ada 1 Pangkalan yang buka dan membagikan tabung 3 kg di desa Puput Kecamatan parittiga Kabupaten Bangka Barat Dusun Bukit Lintang.
“Namun masih ada saja masyarakat yang mencari-cari kesempatan mengantri berulang-ulang hingga mendapatkan 4 sampai 6 tabung per orang demi mencari keuntungan, sedangkan di sisi lain masyarakat merasa dirugikan, kalaupun mereka membeli di pengecer di toko-toko harga sudah mencapai Rp25.000 dan Rp30.000 per tabung, Di tengah mewabahnya virus Corona (Covid 29), uang 1000/2000 sangat berarti bagi masyarakat miskin, sementara masih banyak penjual penjual gas elpiji eceran mendapatkan lebih dari dua tabung demi mencari keuntungan sendiri.
Beberapa Waktu yang lalu awak media Sinar pos pernah mengkonfirmasikan perihal ini kepada pihak terkait (Disperindag, ibuk newani SE) dan kepada Bapak Kapolres Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung (AKBP Dr. Muhammad adnan A.S, S.H. S.IK, MH,) namun hal ini masih saja terjadi dan terjadi lagi.(RIZAL RAHIF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here