Sidang Lanjutan Supadi : Saksi Staf Bag. IT Tarokan, Buktikan Tak ada Komplain dari Warga Desa

0
232
KEDIRI, SINARPOS.CO.ID Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kembali menggelar sidang keenam, pengaduan Bambang atas dugaan penggunaan inisial SE yang disangka gelar di belakang nama Supadi. Kali ini pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri menghadirkan 2 (dua) orang saksi dari Staf bagian Informasi dan Teknologi (IT) Desa Tarokan pada Kamis siang, (23/04).
Dua orang saksi Staf bagian IT Desa Tarokan itu adalah Melisa dan Yuli Pitari, pada sidang yang digelar keduanya telah memberikan kesaksian bahwa selama ini tidak pernah ada Komplain dan kerugian dari masyarakat desa terkait surat menyurat maupun nama Kepala Desa Tarokan Supadi. Hal ini juga telah sesuai hasil konfirmasi dan pertanyaan dari Hakim.
Penasehat Hukum (PH) Prayoga Laksono, SH, MH, CLI, CLA, CTL dan rekan, pada sidang kali Eryk Andhika Permana, SH menanyakan pada Yulii untuk kembali mempertegas pertanyaan dari Hakim, ia mengatakan ,”Apakah selama ini, semenjak saudara menjadi Staf bagian IT di Desa Tarokan pernah ada Komplain atau kerugian dari warga masyarakat desa terkait surat menyurat maupun nama dari kepala desa Supadi?”, ungkap Erik.
Dan kemudian Yuli menjawab pertanyaan dari Erik, ia mengatakan bahwa,”Selama ini tidak pernah ada Komplain dan kerugian dari warga masyarakat desa terkait surat menyurat maupun nama kepala desa”, tuturnya.
Seusai sidang, ketika diwawancarai oleh media Sinar Pos, Erik kembali menegaskan bahwa,”Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan kesaksian yang dihadirkan oleh JPU yaitu dua orang saksi dari Staf bagian IT Desa Tarokan, saudara Melisa dan Yuli Pitasari. Kesimpulan dan hasil dari kesaksian ini, menurut saudara saksi bahwa dalam hal surat menyurat selama ini tidak pernah ada Komplain dari warga masyarakat Desa Tarokan. Setahu para saksi, Supadi ini berijasah SLTA dan Bahwa pada kurun waktu januari 2019 saksi melisa pernah menanyakan kepada terdakwa terkait SE dibelakang namanya dan Terdakwa menjawab bahwa itu adalah kepanjangan nama”, pungkas Melisa.
Sesuai hasil keputusan Hakim Ketua, bahwa untuk sidang selanjutnya, akan kembali digelar kembali pada hari Rabu, (29/04).
Melalui saluran video konferensi, Supadi juga menerima hasil kesaksian dari 2 (dua) orang Staf bagian IT Desa Tarokan. Dan sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa kesaksian sidang keenam kali inipun semakin membuktikan kalau Supadi tidak pernah dikomplain dan juga tidak pernah merugikan warga masyarakat Desa Tarokan, baik secara moril maupun materiil (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here